Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
KABAR SENTANI

KEMTUK GRESI : 1001 Potensi Ada Disini, ‘Sayang Jika Tidak Disentuh’

409
×

KEMTUK GRESI : 1001 Potensi Ada Disini, ‘Sayang Jika Tidak Disentuh’

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dengan luas kurang lebih sebesar 182 Km², Distrik Kemtuk Gresi memiliki memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, namun sayang hingga saat ini potensi yang ada itu, belum tersentuh dan dikelola dengan baik.

Catatan : Arie Bagus Poernomo

TERIKNYA Sang Baskara siang itu tidak menghalangi perjalanan kami menuju Kampung Hyansip (Yansu), Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura.

Saat berkunjung ke kampung itu, Kamis (25/04), saya ditemani oleh Aipda Solekan Hidayat yang merupakan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kemtuk Gresi.

Kampung Hyansip atau yang lebih sering disebut Yansu dalam bahasa lokal ini, memiliki beberapa potensi yang jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berdiam dan menetap disana.

Salah satunya adalah kerajinan tangan Noken. Noken yang dibuat di Kampung Yansu ini berbeda dari Noken yang berasal dari wilayah Papua lainnya.

Dimana Noken yang dibuat di kampung ini terbuat dari Serat Kulit Kayu Mahkota Dewa yang hanya tumbuh di wilayah Kemtuk Gresi.

Ketua pengrajin Noken Kampung Yansu, Aksamina Udam saat ditemui menuturkan bahwa Noken yang dibuat oleh kelompok kerajinan tangan ini masih berusaha untuk mempertahankan budaya lokal yang ada disana.

Upaya untuk mempertahankan budaya itu adalah dengan cara membuat noken dengan cara yang telah diajarkan secara turun termurun.

“Ini supaya anak-anak kami tidak lupa dengan identitas mereka” singkat Aksamina.

Selain Noken khas Grime Nawa yang terbuat dari Kulit Kayu Pohon Mahkota Dewa yang hanya tumbuh di wilayah Distrik Kemtuk Gresi, ada pula potensi lain dari wilayah itu yang telah dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat setempat.

Potensi kerajinan tangan itu adalah pembuatan kursi, meja dan beragam souvenir berbahan baku rotan.

Hal ini disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Kemtuk Gresi Aipda Solekan Hidayat saat menemani saya berkeliling di sekitar kampung Hyansip yang menjadi wilayah binaannya.

Kata Hidayat, untuk saat ini pengembangannya masih terbatas karena tenaga pengrajinnya juga masih terbatas.

Meski begitu, Hidayat mengaku bahwa dirinya selaku anggota Bhabinkamtibmas selalu mendukung pengrajin rotan di wilayah binaannya itu dengan segala kemampuan yang ia miliki 

“Hasil yang dibuat oleh pengrajin rotan di kampung ini sangat bagus. Hanya saja karena kami belum menemukan pasar sehingga produk yang dibuat oleh pengrajin ini juga terbatas”

“Jika ada yang pesan baru akan dibuatkan” tuturnya.

Solekan Hidayat menambahkan, selain kerajinan tangan yang memiliki potensi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kampung, Distrik Kemtuk Gresi juga memili salah satu tempat sejarah nan sakral.

Tempat sejarah yang sakral bagi masyarakat di Distrik Kemtuk Gresi itu ada di Kampung Bring. Tempat itu disebut sebagai ‘Batu Kunci’.

Berdasarkan informasi, dari masyarakat setempat. Konon Batu Kunci ini ditemukan oleh seorang Hamba Tuhan pada tahun 2004 lalu.

Bahkan masyarakat di Kampung Bring mengklaim bahwa ‘Batu Kunci’ ini adalah sumber awal dari peradaban dunia yang maju saat ini.

“Konon masyarakat disini mempercayai hal itu. Dan jika ini bisa dikembangkan menjadi suatu tempat destinasi wisata religi juga nantinya akan sangat baik bagi perekonomian masyarakat” tambah Hidayat.

Selain tiga potensi itu, Distrik Kemtuk Gresi juga memiliki potensi lain yang jika dikembangkan dengan baik dapat pula meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Potensi lain itu adalah wisata alamnya. Hal ini pastinya dapat menarik wisatawan dalam dan luar negeri jika semua potensi itu dapat dikelola dan dikembangkan secara baik.

“Banyak sekali mas, jika dikembangkan dengan baik pastinya masyarakat disini dapat berkembang juga” paparnya.

Hidayat menambahkan, sejauh ini dia bersama rekan-rekan Bhabinkamtibmas yang bertugas di Distrik Kemtuk Gresi selalu berusaha untuk memberikan pendampingan dengan seluruh kemampuan yang ada.

Meski dengan bantuan seadanya, namun usaha yang dilakukan untuk membantu masyarakat di seluruh kampung di Distrik Kemtuk Gresi menunjukan perkembangan yang baik walau tidak signifikan.

“Contoh noken dan kerajinan tangan dari rotan tadi mampu berkembang walau tidak terlalu pesat. Tapi ada perkembangan. Kedepan kami akan berusaha untuk terus mendampingi masyarakat untuk mengangkat seluruh potensi yang ada di sini” tukasnya. (***)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *