Example floating
BERITAHukum dan KriminalPeristiwa

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Bergerak Cepat Evakuasi Korban Penembakan Pekerja Proyek Jalan di Tolikara

23
×

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Bergerak Cepat Evakuasi Korban Penembakan Pekerja Proyek Jalan di Tolikara

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Tolikara | Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Tolikara dan Polsek Illu bergerak cepat melakukan evakuasi korban sekaligus penyelidikan menyeluruh atas peristiwa penembakan terhadap pekerja proyek jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu (2/8/2026).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan dalam keterangannya pada Senin (3/8/2026), bahwa berdasarkan pendataan sementara, peristiwa tersebut menewaskan lima orang dan melukai lima orang lainnya yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Berdasarkan pendataan sementara, lima orang meninggal dunia akibat luka tembak dan penganiayaan berat. Empat korban berinisial A.S., E.A., dan B. telah dievakuasi ke RSUD Mulia, sedangkan korban berinisial A.C.R. dibawa ke RSUD Karubaga, Kabupaten Tolikara. Satu korban lainnya merupakan warga asli Papua yang saat ini masih dalam proses identifikasi,” jelas Kasatgas Humas.

Sementara itu, lima orang yang selamat dan mendapatkan penanganan medis berinisial W.R., S.S., H.M., S.U., dan J.J.M. Seluruhnya kini dirujuk ke RSUD Mulia untuk perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, aksi tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap X Tolikara pimpinan Rambo Botak. Namun demikian, dugaan keterlibatan kelompok tersebut masih terus diverifikasi dan didalami penyidik.

“Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan. Identitas dan pihak yang bertanggung jawab akan disampaikan setelah didukung hasil penyelidikan dan alat bukti yang memadai,” tegasnya.

Segera setelah menerima laporan, personel Polsek Illu yang dipimpin Kapolsek Illu, Iptu Rajab Ilyas, S.H., bersama jajaran Polres Tolikara dan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama. Proses evakuasi berlangsung bertahap hingga dini hari Senin, 3 Agustus 2026. Personel sempat menghadapi gangguan keamanan berupa kontak tembak dengan pihak yang belum teridentifikasi, namun evakuasi tetap berjalan terukur dengan mengutamakan keselamatan.

“Saat ini penyidik terus mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, serta mendalami informasi untuk mengidentifikasi pelaku, motif, dan memastikan pihak yang bertanggung jawab. Pasal yang disangkakan akan ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan, alat bukti, dan konstruksi hukum yang terbentuk. Kami tidak mendahului proses penyidikan yang masih berjalan,” tambah Kasatgas Humas.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban dan menegaskan pengusutan akan dilakukan secara menyeluruh berdasarkan hukum yang berlaku.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Personel terus bekerja maksimal mengungkap pelaku maupun motif di balik peristiwa ini. Seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum,” ujar Kepala Operasi.

Ia menegaskan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. “Selain penyelidikan, kami juga memprioritaskan evakuasi dan penanganan korban. Setiap perkembangan perkara akan ditangani akuntabel dengan tetap mengedepankan perlindungan masyarakat,” tambahnya.

Satgas menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas peristiwa ini berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti sah akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, terukur, dan tetap menjunjung prinsip akuntabilitas serta penghormatan terhadap hak asasi setiap pihak.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan kekerasan terhadap warga maupun pekerja yang sedang beraktivitas membawa dampak serius, tidak hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga bagi rasa aman masyarakat serta kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.

Satgas bersama jajaran Polda Papua dan Polres Tolikara akan terus melakukan penyelidikan dan penegakan hukum guna mengungkap perkara ini secara tuntas. Kepada masyarakat, diimbau agar tidak menyebarkan informasi, foto, video, maupun dugaan terkait identitas pelaku yang belum terverifikasi guna mencegah kesimpangsiuran dan tidak mengganggu proses hukum. Masyarakat yang memiliki informasi relevan diharapkan menyampaikannya kepada aparat kepolisian.

Satgas memastikan penanganan perkara akan terus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap menempatkan keselamatan masyarakat, perlindungan korban, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban di Papua Pegunungan sebagai prioritas utama.(Er)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *