Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
KABAR SENTANI

Sekda Hana pimpin Peringatan HSN 2023 Tingkat Provinsi Papua

264
×

Sekda Hana pimpin Peringatan HSN 2023 Tingkat Provinsi Papua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Dr. Hanna S. Hikoyabi, M.KP., pimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Papua Tahun 2023, yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin, 23 Oktober 2023.

Hadir juga dalam upacara tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Papua Pdt. Klemens Taran, S.Ag, para pejabat di lingkungan Kanwil Kemenang Papua, Kepala Kantor Kabupaten Jayapura Steven Wonmaly, Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.IK., M.H., Ketua DMI Kabupaten Jayapura H. Sakaruddin, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jayapura, jajaran pengurus Ormas Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pimpinan pondok pesantren dan para santri setempat, serta tamu undangan lainnya.

Sekda Kabupaten Jayapura, Dr. Hanna S. Hikoyabi, M.KP., saat membacakan amanat Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyampaikan, santri adalah pilar kekuatan bangsa, santri adalah fondasi ketokohan bangsa dan ini juga sudah terbukti.

“Sejak zaman perjuangan kemerdekaan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita memiliki lebihd dari 36.000 pondok pesantren. Sebuah kekuatan besar penentu masa depan bangsa, penentu lompatan kemajuan bangsa dan juga penentu keberhasilan cita-cita bangsa,” kata Hanna Hikoyabi.

Pada kesempatan ke Jawa Timur tepatnya di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang tahun 2015, Hanna melanjutkan, ada usulan saat itu dari para kiai dan para santri untuk memutuskan adanya Hari Santri.

“Kemudian, setelah terpilih menjadi presiden, permohonan dari kunjungan ke pondok pesantren di Kabupaten Malang itu kita coba kaji dan juga kita tindaklanjuti,” sebut Hanna Hikoyabi.

“Sekali lagi penentuan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri ini merujuk pada seruan jihad yang tadi sudah di sampaikan dalam Resolusi Jihad oleh Ketua PBNU. Merujuk seruan jihad dari Kiai Haji Hasyim Asy’ari, selaku rais Akbar dan saat itu pengurus besar PBNU,” sambungnya.

Disampaikan Hanna, melawan penjajah itu wajib. Melawan penjajah itu fardhu ain dan meninggal saat berperang melawan musuh itu hukumnya mati sahid.
“Ini sebuah fatwa yang luar biasa, sehingga kita semua saat itu termasuk para santri berjuang untuk kepentingan bangsa, berjuang untuk kepentingan negara dan berjuang untuk kepentingan umat,” paparnya.

“Semangat hari santri harus terus kita pegang teguh sesuai dengan konteks saat ini. Konteks kondisi saat ini, di mana juga ada krisis ekonomi akibat perang, adanya krisis energi akibat juga adanya perang, baik yang sebelumnya hanya satu, yaitu di Ukraina dan sekarang tambah lagi perang di Palestina dan Israel,” tambahnya.

Mengakhiri pembacaan amanat Presiden RI Joko Widodo, Sekda Hanna mengatakan, santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. (Fan)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *