Paraparatv.id | Jayapura | Jumlah investor pasar modal di Tanah Papua meningkat signifikan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) naik dari sekitar 78 ribu menjadi 118 ribu.
Kepala Pengawasan LJK OJK Papua Yosua Rivaldy mengatakan peningkatan jumlah SID tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan penetrasi dan inklusi keuangan di Tanah Papua.
“Ini menceritakan jumlah investor meningkat di Tanah Papua ya. Dari yang awalnya 78 ribu, ini menjadi 118 ribu,” kata Yosua.
Dengan demikian, jumlah investor bertambah sekitar 40 ribu SID atau meningkat sekitar 51 persen.
Menurut Yosua, perkembangan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperluas inklusi keuangan melalui pasar modal.
Ia mengatakan masyarakat tidak hanya perlu mengenal aktivitas menabung dan meminjam, tetapi juga mulai memahami instrumen investasi.
“Pasar modal ini adalah salah satu industri yang benar-benar diupayakan untuk penetrasi, baik dari sisi penetrasi dan inklusi keuangannya,” ujarnya.
Di sisi lain, data OJK juga mencatat adanya dinamika pada transaksi saham. Nilai transaksi saham pada Juli 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Desember 2025, namun meningkat apabila dibandingkan dengan Juli 2025.
Yosua menilai perubahan nilai transaksi secara bulanan perlu dilihat dalam konteks periode transaksi, sehingga tidak serta-merta menggambarkan perubahan secara keseluruhan.
Ia menyebut peningkatan jumlah SID menjadi salah satu perkembangan penting dalam perluasan akses masyarakat Papua terhadap pasar modal. (*)













