Paraparatv.id | Sorong | Lagi-lagi timeline Instagram sama TikTok dihebohkan sama aksi spontaneous yang bikin merinding sekaligus terharu! Dua petugas Pelayanan Teknik (Yantek) PLN di Sorong mendadak jadi sorongan publik dan panen pujian dari warganet setelah rekaman CCTV mereka beredar luas di media sosial.
Kalau kamu belum lihat videonya, kamu beneran fomo banget sih!
Video pendek yang langsung FYP di mana-mana itu memperlihatkan detik-detik menegangkan saat seorang balita laki-laki berumur satu tahun mendadak keluar dari pagar rumah dan jalan santai ke arah jalan raya yang lagi ramai kendaraan. Risikonya fatal banget!
Kedua petugas tersebut adalah Frederick Panjaitan (38) dan Emanuel Balla Wollo (32). Keduanya bertugas di wilayah Sorong Kota, Papua Barat Daya.
Peristiwa itu terjadi ketika Frederick dan Emanuel dalam perjalanan kembali ke kantor setelah menyelesaikan pekerjaan penanganan gangguan kelistrikan di kawasan Jalan Baru, Kota Sorong.
Saat melintas di kawasan permukiman, keduanya melihat seorang balita laki-laki berusia sekitar satu tahun keluar dari pagar rumah dan berjalan menuju jalan umum.
Kondisi lalu lintas yang cukup ramai membuat situasi tersebut berisiko. Emanuel yang mengendarai sepeda motor kemudian memperlambat laju kendaraan dan berhenti di pinggir jalan.
Frederick yang berada di belakang langsung turun dari kendaraan. Ia kemudian menggendong balita tersebut dan membawanya kembali ke dalam rumah sebelum menutup pagar.
Aksi itu baru diketahui banyak orang setelah rekaman CCTV tersebar melalui sejumlah platform media sosial.
Frederick mengaku tidak menyangka tindakan yang dilakukan bersama rekannya tersebut menjadi perhatian publik hingga diketahui jajaran pimpinan PLN.
“Aksi yang kami lakukan bukan untuk mencari sensasi, melainkan murni dorongan nurani untuk menyelamatkan nyawa sang balita,” ujar Frederick saat dihubungi, Minggu (27/9).
Frederick mengatakan dirinya baru mengetahui video tersebut telah tersebar setelah mendapat informasi dari atasannya. Rekaman itu disebut beredar melalui Instagram, Facebook, hingga grup pesan internal kantor.
Menurut Frederick, keselamatan manusia merupakan hal yang harus menjadi prioritas ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya.
“Keselamatan nyawa manusia tidak bisa ditukar dengan apa pun. Siapa saja yang mampu menolong sudah sepatutnya segera bertindak,” katanya.
Frederick yang telah lima tahun bertugas sebagai petugas Yantek berharap kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan anak dan lingkungan sekitar.
Emanuel mengatakan dirinya juga tidak menyangka aksi spontan tersebut mendapat perhatian luas.
“Jujur kami tidak menyangka bisa seviral ini. Bagi kami ini murni panggilan kemanusiaan karena refleks kami hanya ingin menyelamatkan anak sekecil itu dari jalanan yang rawan,” ujar Emanuel.
Setelah kejadian, Frederick dan Emanuel mendatangi rumah orang tua balita tersebut. Keduanya bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan keluarga sang anak.
Bagi kedua petugas tersebut, kejadian itu menjadi pengalaman di luar tugas utama mereka dalam menangani gangguan kelistrikan.
“Pesan saya untuk teman-teman di lapangan, tugas kita bukan hanya menerangi rumah-rumah warga dengan listrik, tetapi juga membagikan terang kemanusiaan bagi sesama lewat hal-hal kecil di sekitar kita,” kata Emanuel. (*)















