Example floating
BERITAKABAR KOTA JAYAPURAPeristiwa

Tinjau Lokasi Kebakaran Dok V, Wawali Rustan Saru: 494 KK Terdampak, Data Terus Diperbarui

25
×

Tinjau Lokasi Kebakaran Dok V, Wawali Rustan Saru: 494 KK Terdampak, Data Terus Diperbarui

Sebarkan artikel ini
Wawalikot Jayapura Dr Rustan Saru saat menemui warga Dov V korban kebakaran

Paraparatv.id | Jayapura | Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., langsung meninjau lokasi kebakaran di kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, Kota Jayapura, pada Senin (31/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman sekaligus memantau langsung kondisi warga yang terdampak musibah tersebut.

Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Kota Jayapura, sebanyak 494 Kepala Keluarga (KK) atau 2.392 jiwa terdampak kebakaran. Jumlah itu masih bersifat sementara dan diperkirakan dapat bertambah mengingat wilayah yang terbakar cukup luas.

Di lokasi, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah mengevakuasi warga ke tempat pengungsian sementara di sekitar Lapangan Mandala.

“Kita lakukan evakuasi semua warga yang terdampak kebakaran ke samping Lapangan Mandala. Kita ungsikan dulu sementara. Kita siapkan tenda dan perlengkapan kebutuhan agar mereka bisa beristirahat,” ujar Rustan.

Selain tempat pengungsian, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan dasar warga, termasuk makanan siap saji. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan dan bantuan sesuai kebutuhannya.

“Data yang sudah ada ini masih data sementara dan akan berkembang terus karena area yang terbakar cukup luas. Saya prihatin atas musibah yang menimpa warga. Kejadian ini berlangsung sangat cepat sehingga masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Ini adalah rencana Tuhan, kita harus kuat menghadapi cobaan ini,” tuturnya.

Pemerintah Kota Jayapura akan melakukan pendataan dan pencatatan secara menyeluruh agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan jumlah dan kebutuhan korban. Pemerintah juga akan memenuhi kebutuhan mendasar para pengungsi, mulai dari makanan siap saji, air bersih, hingga fasilitas sanitasi dan jamban.

Rustan meminta warga yang terdampak dan belum terdata segera melapor melalui Ketua RT masing-masing. “Ini sudah menyangkut musibah besar. Sudah lebih dari 2.000 jiwa yang terdata sementara dan jumlah ini masih terus bertambah. Kita minta warga melapor melalui RT agar mendapatkan jumlah yang sebenarnya sehingga kita bisa membantu, baik kebutuhan makan, air bersih maupun kebutuhan jamban.”

Selain kebutuhan dasar, pemerintah juga akan mendata dokumen penting milik warga yang ikut terbakar. Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Pemerintah akan memfasilitasi agar para siswa terdampak dapat memperoleh kelonggaran untuk sementara waktu tidak mengikuti kegiatan sekolah hingga kondisi mereka kembali normal.

“Kita akan fasilitasi agar mereka diberi izin dulu, jangan sekolah dulu sampai semuanya normal. Setelah kondisi sudah memungkinkan, baru mereka bisa sekolah kembali,” jelasnya.

Terkait penyebab dan sumber awal kebakaran, Rustan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman di lokasi.

Di akhir, beliau mengimbau seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, mengingat peristiwa serupa telah beberapa kali terjadi. Warga diminta memperhatikan penggunaan peralatan memasak, khususnya kompor, serta berhati-hati menggunakan lilin saat terjadi pemadaman listrik.

“Pesan saya kepada warga di Kota Jayapura, sudah sering terjadi kebakaran. Saya meminta warga untuk menjaga dan waspada. Kita perhatikan kompor saat memasak, dan pada saat mati lampu, lilin dipasang dengan baik,” imbau Rustan.

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan bahwa penanganan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan, seiring dengan proses pendataan dan upaya pemulihan pascakebakaran. (Redaksi/CL)

Apakah perlu dibuat versi yang lebih ringkas untuk media sosial?

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *