Paraparatv.id | Jayapura | Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar Pameran Bursa Kerja atau Job Fair Tahun 2026 di Gedung PTC Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., tersebut berlangsung selama dua hari, 26–27 Agustus 2026. Job Fair ini mempertemukan para pencari kerja dengan 32 perusahaan dari berbagai sektor yang menyediakan sebanyak 1.002 lowongan pekerjaan.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengatakan Job Fair menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Jayapura untuk menjembatani masyarakat dalam mengakses peluang kerja yang tersedia pada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Jayapura.
“Pemerintah Kota Jayapura melalui Job Fair ini membantu menjembatani saudara-saudara untuk mengakses lowongan pekerjaan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah kerja Pemerintah Kota Jayapura,” kata Abisai.
Ia juga meminta perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair untuk memberikan perhatian terhadap tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP).
“Sebagai mitra pemerintah, saya ingin menyampaikan agar dalam rekrutmen tenaga kerja, saudara-saudara membantu memprioritaskan Orang Asli Papua. Dengan demikian, hadirnya dunia usaha di Kota Jayapura memberikan dampak positif di tengah masyarakat karena telah memberdayakan masyarakat setempat,” ujarnya.
Selain itu, Abisai meminta perusahaan agar kesempatan kerja yang tersedia juga dapat diberikan kepada penyandang disabilitas dalam proses perekrutan tenaga kerja.
“Saya juga menyampaikan pesan kepada pimpinan dan HRD perusahaan agar kesempatan kerja yang diberikan dapat pula menyasar penyandang disabilitas. Jangan sampai mereka terpinggirkan dan kehilangan kesempatan yang sama untuk berkarya,” katanya.
Abisai menegaskan, upaya menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD maupun dunia usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa, menyampaikan apresiasi kepada 32 perusahaan yang telah berpartisipasi dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat Kota Jayapura. Dalam pelaksanaan Job Fair tersebut, tersedia sebanyak 1.002 lowongan pekerjaan dari berbagai bidang dan perusahaan.
“Terima kasih untuk 32 perusahaan yang hari ini dan besok telah membuka diri dan membuka peluang kerja untuk adik-adik kita, anak-anak kita di Kota Jayapura yang mencari pekerjaan,” ujar Djoni.
Menurutnya, 32 perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari BUMN, BUMD, industri, rumah sakit, ritel modern, jasa pembiayaan, jasa pengamanan, perhotelan hingga restoran.
“Job Fair ini merupakan ajang mempertemukan para user atau pengguna jasa tenaga kerja, dalam hal ini pimpinan perusahaan, baik BUMN, BUMD maupun sektor swasta dari berbagai bidang usaha,” jelasnya.
Djoni mengatakan, Job Fair ini secara khusus diperuntukkan bagi pencari kerja yang memiliki KTP Kota Jayapura. Persyaratan umum yang perlu disiapkan antara lain KTP Kota Jayapura, ijazah terakhir, Kartu Keluarga serta Kartu AK-1 atau Kartu Pencari Kerja.
Ia menyebut Job Fair 2026 menjadi yang pertama kali diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Jayapura sejak Dinas Tenaga Kerja berdiri.
“Ini merupakan yang pertama kali dibuka oleh Pemerintah Kota Jayapura. Tadi Pak Wali Kota sudah menyampaikan bahwa kalau bisa tahun berikutnya lebih besar lagi, dengan jumlah perusahaan yang lebih banyak, tidak hanya 32,” katanya.
Djoni menambahkan, pelaksanaan Job Fair diharapkan dapat membantu menekan angka pengangguran di Kota Jayapura dengan mempertemukan secara langsung pencari kerja dan perusahaan.
“Target kami, kalau ada 1.002 lowongan kerja, kalau bisa 1.002 lowongan kerja itu terisi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, sepanjang Januari hingga 31 Juli 2026 jumlah pencari kerja yang terdata diperkirakan telah mencapai lebih dari hampir 9.000 pencari kerja di Kota Jayapura telah mengurus Kartu AK-1,” ujarnya.
Djoni berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, minimal satu kali dalam setahun, bahkan memungkinkan digelar dua hingga tiga kali apabila didukung ketersediaan anggaran.
“Kalau dilakukan minimal satu tahun dua kali, kita bisa memanfaatkan momentum HUT Kota dan HUT RI. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada anggaran pemerintah, karena kita tahu saat ini masih ada efisiensi anggaran,” pungkasnya.(VN)














