Paraparatv.id | Jayapura | Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., didampingi Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., secara resmi menerima kepulangan jemaah umrah masyarakat Kota Jayapura Tahun 2026, Rabu (12/8).
Sebanyak 16 warga Kota Jayapura telah menunaikan ibadah umrah selama 12 hari di Tanah Suci, dengan seluruh biaya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Jayapura. Program ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan mental dan keimanan yang secara rutin diselenggarakan pemerintah daerah.
Wali Kota Jayapura menyampaikan bahwa program umrah ini telah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya dan kini tetap dilanjutkan sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap aspek spiritual masyarakat.
“Program ini sudah dilakukan oleh Wali Kota sebelumnya, sehingga kami melanjutkan kebaikan tersebut. Kehadiran pemerintah tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik dan pelayanan administrasi, tetapi juga melalui perhatian terhadap pembinaan mental dan kehidupan keimanan warga,” ujarnya.
Pemerintah Kota Jayapura, lanjut Wali Kota, senantiasa hadir memperhatikan seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesempatan beribadah ke Tanah Suci Mekkah maupun perjalanan ziarah ke Yerusalem.
Wali Kota berharap perjalanan ibadah ini tidak sekadar menjalankan kewajiban agama, melainkan membawa perubahan sikap dan perilaku yang nyata. “Apa yang dipelajari dan dirasakan di Tanah Suci harus mengubah hidup kita menjadi lebih baik, lebih tenang, dan senantiasa menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat walafiat, Wali Kota menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. “Kembali dengan selamat adalah karunia Allah. Semoga pengalaman spiritual yang diraih dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun bermasyarakat,” tambahnya.
Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk terus melanjutkan program pembinaan keimanan ini pada tahun-tahun mendatang. Demikian pula perjalanan ziarah ke Yerusalem yang direncanakan pada Oktober 2026, tetap akan diprogramkan kembali untuk tahun berikutnya.
Program keagamaan seperti ibadah umrah dinilai memiliki makna mendalam, karena tidak sekadar memberi kesempatan beribadah, melainkan menjadi sarana pembinaan mental dan penguatan iman. Pemerintah berharap seluruh jemaah membawa pulang nilai-nilai luhur yang dihayati selama di Tanah Suci, dan mewujudkannya dalam kehidupan yang lebih bermanfaat bagi sesama.(Redaksi)














