Paraparatv.id | Sarmi | PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) mengucurkan bantuan pemberdayaan masyarakat untuk warga Kampung Nengke, Kabupaten Sarmi. Langkah ini menyasar tiga sektor mendasar sekaligus: pendidikan, kemandirian ekonomi, dan bantuan sosial keagamaan.
Program yang didanai murni dari zakat penghasilan rutin pegawai PLN tersebut memberikan intervensi langsung bagi warga kurang mampu di wilayah pesisir Papua.
Di bidang pendidikan, YBM PLN menanggung beasiswa penuh hingga delapan semester bagi dua mahasiswa IAIN Fattahul Muluk Papua. Selain itu, lima anak tingkat SMP diboyong untuk mengenyam pendidikan berjenjang di Ponpes Pos DAI Hidayatullah Jayapura, sebelum dikirim melanjutkan SMA di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Nicholas Brifar, salah satu orang tua penerima beasiswa, menyebut bantuan ini menjadi titik balik masa depan anak-anak mereka.
“Program ini sangat membantu kami yang kurang mampu sehingga anak-anak bisa masuk pesantren. Harapan kami, bantuan YBM PLN ini bisa melahirkan generasi yang berguna bagi bangsa dan negara,” tegas Nicholas.
Di sektor ekonomi, YBM PLN memperkuat fondasi usaha mikro warga dengan memberikan modal bagi empat Kepala Keluarga (KK). Bantuan ini disalurkan untuk pengembangan dua warung kelontong, usaha pembuatan kue, dan produksi batu tela.
Irmawati Tiris, penerima bantuan modal warung kelontong, optimistis usahanya kini dapat berkembang lebih cepat.
“Tambahan modal ini sangat berarti untuk menambah barang dagangan agar warung kami makin berkembang. Kami sangat bersyukur atas kepedulian pegawai PLN,” ungkapnya.
Selain itu, YBM PLN membagikan paket sembako kepada 23 keluarga serta memberikan santunan tunai dan perlengkapan ibadah bagi warga mualaf setempat.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa peran PLN tidak boleh berhenti pada penyediaan arus listrik semata.
“Kehadiran PLN di Papua tidak cuma soal keandalan pasokan listrik, tetapi manfaat sosialnya harus dirasakan secara nyata. Lewat zakat pegawai, kami terdorong memutus rantai kemiskinan dengan mencetak generasi terdidik dan memperkuat ekonomi warga,” pungkas Roberth.
Melalui komitmen berkelanjutan ini, PLN berharap dapat terus hadir sebagai penggerak ekonomi dan sosial di Papua. Keandalan kelistrikan yang dipadukan dengan kepedulian nyata diharapkan mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat di ufuk timur Indonesia.(*)














