Example floating
AdvetorialBERITAEkonomi

49 Tahun, Rekor Baru Pasar Modal: 30,3 Juta Investor dan Dana Rp122,8 Triliun

19
×

49 Tahun, Rekor Baru Pasar Modal: 30,3 Juta Investor dan Dana Rp122,8 Triliun

Sebarkan artikel ini
Pemotongan Tumpeng sebagai wujud HUT ke 49 BEI

Paraparatv.id | Jayapura – Pasar modal Indonesia mencatatkan pencapaian baru pada usia ke-49 tahun sejak diaktifkan kembali. Jumlah investor pasar modal menembus 30,3 juta orang per 7 Agustus 2026, sementara dana yang berhasil dihimpun melalui berbagai instrumen pasar modal mencapai Rp122,8 triliun. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah perkembangan pasar modal nasional.

Data tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), di Jakarta, Senin (10/8).

Jumlah investor pasar modal yang meliputi investor saham, obligasi, dan reksa dana tercatat mencapai 30,3 juta investor. Angka tersebut meningkat sekitar 9,9 juta investor dibandingkan periode sebelumnya dan disebut sebagai pertumbuhan investor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Sebanyak 1,4 juta investor di antaranya tercatat aktif bertransaksi setiap bulan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica W. Dewi mengatakan pertumbuhan investor tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

“Pertumbuhan investor di Indonesia ini tidak hanya sekadar angka, tapi menunjukkan adanya trust, confidence, dan harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” kata Friderica.

Selain mencatat pertumbuhan investor, pasar modal juga tetap menjalankan perannya sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha. Hingga awal Agustus 2026, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp122,8 triliun. Nilai tersebut berasal dari penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,2 triliun, penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) sebesar Rp104,1 triliun, serta HMETD dan waran sebesar Rp16,5 triliun.

Dari sisi pencatatan saham, sepanjang tahun 2026 terdapat tujuh perusahaan baru yang melantai di bursa, termasuk satu Lighthouse IPO. Dengan tambahan tersebut, jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia mencapai 962 emiten, menempatkan Indonesia di posisi kedua di kawasan ASEAN berdasarkan jumlah perusahaan tercatat.

Meski mencatat berbagai pencapaian, pasar modal Indonesia masih menghadapi tantangan akibat dinamika ekonomi global dan domestik. Pada penutupan perdagangan 7 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.409,65 atau turun 25,87 persen secara year-to-date. Penurunan dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, dinamika suku bunga global, pelemahan nilai tukar rupiah, serta perubahan preferensi investor terhadap aset berisiko.

Namun di tengah tekanan tersebut, pasar modal Indonesia sempat mencatat sejumlah rekor. IHSG mencapai sembilan kali rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Januari 2026 dengan level tertinggi 9.134,70 yang tercapai pada 20 Januari 2026. Kapitalisasi pasar juga mencatat rekor tertinggi sebesar Rp16.640 triliun pada 19 Januari 2026.

Aktivitas perdagangan juga tetap menunjukkan geliat positif. Hingga 7 Agustus 2026, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp22,3 triliun. Sementara nilai transaksi non-saham tercatat Rp7,4 triliun dan transaksi karbon mencapai Rp6,9 miliar. Per Juni 2026, pasar modal Indonesia berada di peringkat ke-18 dunia berdasarkan rata-rata nilai transaksi harian dan posisi ke-20 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan momentum HUT ke-49 menjadi pengingat untuk terus melanjutkan transformasi dan reformasi pasar modal.

“BEI terus menunjukkan usaha dalam memperkuat integritas, transparansi, dan daya saing pasar modal guna mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin tepercaya dan tangguh serta berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Memasuki usia ke-49 tahun, pasar modal Indonesia tidak hanya mencatat rekor jumlah investor dan penghimpunan dana, tetapi juga memperkuat fondasi melalui reformasi, peningkatan tata kelola, serta pengembangan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan industri keuangan nasional di masa mendatang.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *