Example floating
AdvetorialKABAR PAPUAKABAR YAPEN WAROPENPeristiwa

Anggota MRP Pokja Perempuan Klansina Irene Duwiri, SH, Saring 6 Rekomendasi Aspirasi Masyarakat Pulau Nau, Waropen

13
×

Anggota MRP Pokja Perempuan Klansina Irene Duwiri, SH, Saring 6 Rekomendasi Aspirasi Masyarakat Pulau Nau, Waropen

Sebarkan artikel ini
Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Perempuan Klansina Irene Duwiri,SH.saat berfoto bersama masyarakat di Pulau Nau Kabupaten Waropen

Paraparatv.id | Waropen | Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Perempuan, Klansina Irene Duwiri, SH, melaksanakan kegiatan Penjaringan Aspirasi Masyarakat dengan tema “Selamatkan Manusia dan Tanah Papua”, di Pulau Nau, Distrik Audate, Kabupaten Waropen, pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Berbagai aspirasi disampaikan langsung oleh masyarakat setempat. Seluruh usulan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Jayapura untuk dibahas dalam rapat Panitia Musyawarah (Panmus) bersama Tenaga Ahli MRP yang berjumlah 5 orang.

Hasil pembahasan akan dibagi ke dalam tiga porsi: Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat. Khusus untuk porsi kabupaten, rekomendasi akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Sebagai orang asli Papua yang mewakili masyarakat di MRP, saya akan memperjuangkan semua usulan masyarakat, khususnya yang dirasakan langsung di daerah. Beberapa hal penting yang dicatat sebagai aspirasi masyarakat akan saya kawal, terutama pada porsi Pemerintah Daerah,” tegas Klansina.

Ada 6 poin penting rekomendasi yang berhasil disaring dari aspirasi masyarakat Pulau Nau, yaitu:

1. Masyarakat tidak membutuhkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), namun memohon agar diberlakukan sekolah gratis.
2. Diperlukan penambahan tenaga guru untuk setiap mata pelajaran di Sekolah Dasar Pulau Nau, mengingat saat ini hanya terdapat 3 orang Guru ASN dan 2 orang Guru PPPK.
3. Diperlukan pemantauan dan monitoring rutin dari Dinas Pendidikan terhadap asrama-asrama dan lokasi tempat belajar siswa.4. Perlu penambahan tenaga medis dan kelengkapan alat kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu), mengingat saat ini hanya tersedia 2 orang tenaga medis.
5. Pembebasan biaya rujukan agar tidak membebani keluarga pasien yang harus dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

6. Pembagian bantuan mesin parut kelapa dinilai tidak merata dan belum lengkap, karena hanya berupa mesin parut kepala saja tanpa alat pendukung seperti wajan, loyang, dan perlengkapan lainnya.

Sebagai anggota MRP, Klansina menegaskan bahwa aspirasi masyarakat orang asli Papua merupakan hal yang sangat penting untuk diperjuangkan demi kepentingan seluruh masyarakat. (EB)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *