Paraparatv.id | Jayapura| Dinas Pariwisata Kota Jayapura kembali mempersiapkan agenda besar budaya tahunan, Festival Port Numbay (FPN) 2026. Acara akbar yang menampilkan kekayaan budaya 14 kampung adat ini direncanakan akan digelar pada bulan September mendatang.
FPN bukan hanya menjadi wadah pelestarian budaya, adat, dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memaksimalkan dan mengangkat potensi sektor ekonomi kreatif masyarakat ke hadapan publik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, S.IP., M.Si, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan dua lokasi strategis sebagai venue utama.
“Dua lokasi menjadi pertimbangan, yaitu Pantai Pasir 2 Holtekam dan Venue Dayung di Pantai Holtekamp. Pemilihan kawasan Muara Tami ini merupakan bagian dari program pengembangan destinasi pariwisata yang pada tahun 2026 ini memang berfokus pada wilayah Distrik Muara Tami,” ujar Richard.
Lebih lanjut dijelaskan, Festival Port Numbay digelar setiap tahun dengan tujuan melibatkan langsung seluruh elemen masyarakat dari 14 kampung adat. Dalam acara ini, berbagai seni pertunjukan, kuliner khas, hingga kriya hasil olahan tradisional akan ditampilkan secara maksimal.
“Di FPN ini, seni pertunjukan, kuliner, dan kriya hasil olahan tradisional dapat ditampilkan sehingga mampu mengangkat potensi bagi masyarakat kampung dari sektor ekonomi kreatif,” tambahnya.
FPN 2026 juga akan tetap melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pelaku usaha dari kalangan Orang Asli Papua (OAP). Berbeda dengan tahun 2025 yang dilaksanakan di Kampung Kayu Batu, Pantai Base-G, perhelatan tahun ini direncanakan berlangsung selama 4 hari.
Diharapkan, Festival Port Numbay 2026 dapat menjadi sarana hiburan yang menarik dan meriah bagi seluruh masyarakat Kota Jayapura. (Redaksi)



















