Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kesehatan

Tuntut Hak Ulayat, Masyarakat Adat Palang Puskesmas Komba

×

Tuntut Hak Ulayat, Masyarakat Adat Palang Puskesmas Komba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Puskemas Komba, Distrik Sentani Kota dipalang oleh masyarakat pemilik hak ulayat.

Dari pantauan paraparatv.id di lokasi, selain pagar masuk ke puskesmas itu ditutup dan digembok sebilah bambu dengan panjang sekira 3 meter di pajang melintang diagonal menutupi pagar tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pemalangan itu sudah terjadi sejak tanggal 08 Desember 2023 lalu.

Akibat dari pemalangan itu masyarakat Komba dan sekitarnya, terpaksa harus berobat ataupun memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas Kemiri.

Seorang warga Yobhe yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa pemalangan ini dilakukan oleh keluarga besar Sokoy.

“Yang punya hak ulayat ini keluarga Sokoy. Kita tidak tau pastinya seperti apa. Nnti coba tanya kepala Kampung boleh” singkatnya, saat ditemui tak jauh dari Puskesmas itu, Senin (21/01).

Kepala kampung Yobeh, Sostinus Sokoy saat dikonfirmasi mengenai pemalangan itu membenarkan bahwa yang melakukan pemalangan itu adalah keluarga besar Sokoy.

Sostinus mengaku, pemalangan ini dilakukan sebagai suatu bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura.

Dimana menurutnya, sebelum fasilitas kesehatan dibangun di lokasi itu, tanah itu sudah beberapa kali dipindahtangankan kepada beberapa orang tanpa ada pelepasan dari masyarakat adat setempat.

“Tanah ini statusnya masih tanah adat belum ada pelepasan. Jadi tanah ini diberikan kepada keponakan kami untuk dijadikan istana dan tempat untuk beranak cucu disitu tetap tidak tau bagaimana ceritanya, waktu tanah ini bisa dikuasai oleh Hengky Jokhu dan kemudian dibangun Rumah Sakit (Puskesmas)” kata Sostinus saat ditemui di Kantor Kampung Yobeh, Senin (21/01).

“Orang-orang tua disini berharap ada itikad baik dari pihak yang pertama yang diberikan lokasi. Mereka berharap ada klarifikasi terkait dengan lokasi tanah tersebut” tuturnya.

Sostinus mengungkapkan, saat Puskesmas itu akan dibangun, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura sempat berkomunikasi dengan perangkat Kampung Yobhe.

Meski mengaku komunikasi itu sempat terjadi namun dirinya tidak tahu menahu soal status lahan tersebut apakah sudah dilepaskan secara adat ataupun dihibahkan kepada pemerintah.

“Jadi untuk statusnya itu kami kurang tau pasti, tetapi saat itu Pak Hosea Wally sudah setuju dengan pemerintah, jadi kami masyarakat setuju saja. Kami tidak tau kalau Pak Hosea sudah lepas tangankan ke Pak Hengky Jokhu. Nah Pak Hengky Jokhu ini yang lanjutkan ke Pemda” ujarnya.

Terkait dengan pemalangan yang terjadi, kata dia ini adalah aksi yang kedua. Lebih jauh dikatakannya, sebelumnya pada pertengahan tahun 2023 lalu keluarga besar Sokoy sempat juga memalang lokasi tersebut.

Namun berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dan Keluarga Besar Sokoy, Pemda berjanji akan menyelesaikan persoalan tanah itu di perubahan anggaran tahun 2023.

“Janjinya itu di tanggal 08 Desember, tapi saya tidak tau di anggaran perubahan itu diakomodir atau tidak. Tapi orang-orang yang bersangkutan ke sana (Kantor Bupati) dan mereka diarahkan lagi bahwa akan diselesaikan pada tahun 2024. Karena kecewa orang-orang yang punya hak ini akhirnya mereka kembali dan itu (pemalangan) yang mereka buat” tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lee ketika dikonfirmasi melalu telepon seluler membenarkan bahwa Puskesmas Komba saat ini sedang di palang oleh masyarakat setempat.

Meski pemalangan fasilitas kesehatan itu terjadi, namun dirinya mengaku bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan baik.

Diapun memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada masalah terkait dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kita alihkan pelayanan ke Puskesmas Kemiri. Kalau soal tanah nanti coba tanya ke Dinas Pertahanan dan Perumahan boleh, supaya jelas, karena kami di Dinas Kesehatan tidak urus tanah” tuturnya. (Arie)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *