Sorotan Keamanan di Pegunungan Tengah Papua

0
177


Paraparatv.id | Jayapura | Sejumlah kabupaten di wilayah Pegunungan Tengah Papua seperti Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Nduga masih menjadi tugas operasi militer. Hal ini di soroti Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Bulan Bintang (DPW PBB) Provinsi Papua, Fransiskus Magai.

“Jadi eskalasi pasukan organik dan pasukan non-organik di daerah tadi sangat meningkat. yang sudah dilakukan operasi militer dalam artian perang terbuka,” kata Fransiskus kepada tim paraparatv, Kamis (27/5/2021).

Ia menjelaskan maksud dari arti perang terbuka yakni antara pihak TNI dan Polri kontra pasukan Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM). Sudah sewajibnya, lanjutnya, pemerintah setempat mampu melindungi segenap masyarakat sipil dari ancaman-ancaman konflik bersenjata.

“Dari awal sebelum perang ini dilakukan, jadi seharusnya masyarakat sipil itu diungsikan, mungkin disiapkan satu daerah khusus untuk pengungsi,” lanjut Fransiskus.

Dirinya mengkhawatirkan bila terjadi kontak senjata antara pihak TNI/Polri bersama TPN-OPM, akan menimbulkan permasalahan dan menambah catatan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Jangan sampai terjadi pelanggaran HAM lagi di daerah konflik dan jangan lagi menambah catatan pelanggaran HAM di Tanah Papua. Tentunya ini akan berimplikasi buruk  terhadap nama baik negara kita Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Oleh karenanya, dirinya mendorong agar pemerintah setempat bersama aparat keamanan pada wilayah-wilayah konflik itu  harus mampu menjaga dan melindungi masyarakat sipil.

“Kita lihat bahwa dari aksi-aksi , tuntutan-tuntutan, protes yang dilakukan masyarakat Papua ini semua menyangkut pelanggaran HAM saja, yang akibatnya berujung pada ingin memisahkan diri dari NKRI,” katanya.

Sementara itu, Deputi IV Bidang Kordinator Keamanan Negara Kemenko Polhukam RI, Mayjen TNI Hilman Hadi mengatakan pemerintah terus melakukan upaya tuk menjaga keamanan di daerah dengan berkordinasi bersama instansi terkait dan juga para tokoh-tokoh adat, masyarakat, agama, pemuda dan lainnya.

“Kami terus bersinergi dengan daerah guna menciptakan rasa nyaman. Menyikapi hal itu sangat dibutuhkan dukungan penuh dari masyarakat, agar situasi menjadi kondusif agar pembangunan yang ada berjalan lancar,” kata Hilman. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here