Panggilan Kemanusiaan Pak Polisi di Kampung Jaifuri

0
205
Bripka Tedi Permadi memapah Supriyadi ke tempat duduk teras rumah milik Supriyadi di Kampung Jaifuri, Skanto, Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (23/02/21). (Foto: ITH)

Paraparatv.id | Keerom | Supriyadi (46) hidup sendiri dalam gubuknya di Kampung Jaifuri, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Kesendiriannya ini harus di jalani bersama kursi roda lebih dari 12 (dua belas) tahun lamanya dan tanpa di sadari kehidupan Supriyadi menjadi sasaran patroli kemanusiaan Bripka Tedi Permadi, Selasa (23/2/2021).

Tiga puluh enam tahun sudah Supriyadi merantau di Tanah Papua, begitu banyak pengalaman hidup yang didapat. Pengalaman pahit yang tak bisa ia bayangkan adalah kini menjadi kelompok orang cacat yang harus duduk di kursi roda.

Supri sapaan akrabnya, menikahi Komariah di tahun 2005. Empat tahun setelah itu ia di karuniai seorang putri di beri nama Adinda Ana Syahira usia. Petaka pun muncul saat ia bekerja sebagai pembantu kuli penambang rakyat di Kali Pas, Senggi, Kabupaten Keerom. Supri tertimbun reruntuhan batu dan tanah, tulang ekor dan mengakibatkan kedua kakinya tak dapat dirasakan sama sekali.

Setelah mendapatkan perawatan medis di Kota Jayapura, ia pun berupaya jalani pengobatan secara tradisional bermingu-minggu hingga bulan. Lambat laun, ekonominya pun surut dan tak mampu menopang kebutuhan keluarga. Sontak, situasi ini menjadikan alasan istri meninggalkan dirinya.

Sejak kepergian istri dengan membawa anak perempuannya tahun 2009. Ia menjalani hidup, mulai dari aktifitas memasak, mandi, bersihkan rumah dan bersihkan diri sendiri. Pemasukannya hanya mengandalkan sumbangan dari beberapa kerabat di Distrik Skanto, Keerom dan warga yang peduli akan kehidupannya.

Dirinya mendapatkan sebuah informasi tentang terapi di luar Papua yang berikan sedikit harapan untuknya agar dapat berjalan kembali. Namun, semuanya hanyalah sebuah harapan, lantaran biaya yang begitu besar dan tak bisa ia penuhi.

Harapan itu kini mulai sedikit terkikis, saat Bripka Tedi Permadi anggota Polres Keerom yang di tugaskan sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di wilayah Kampung Jaifuri (Arso 3) menyambangi rumah gubuk miliknya bersama Kepala Desa Jaifuri, Tedi Suseno dan dua orang lainnya.

Perlahan, sang polisi bersama Teddi Suseno serius mendengarkan kronologis Supriyadi saat tragedi 12 tahun silam yang menimpa dirinya. Sontak, seisi teras rumah Supriadi hening dalam keprihatinan, lantaran harus menghidupi diri sendiri dengan kursi roda.

Tak ayal, sedikit mata berkaca-kaca terlihat kerinduan Supriyadi sangat dalam terhadap anak perempuannya yang hingga kini masih di Malang, Jawa Tengah. Dengan kondisi saat ini, tanpa pekerjaan dan hanya berharap dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah, membuatnya mampu bertahan hidup di dalam gubuknya.

“Saya hanya bisa telepon biasa dan telpon video dengan anak saya. Anak saya sangat ingin ke Papua, tetapi tak ada yang bisa saya lakukan, karena tidak punya uang. Saya ingin memeluk Dinda (anaknya),” kata Supriyadi yang lahir di Malang, Jawa Timur.

Dengan penuh suasana haru, Bripka Tedi Permadi berusaha menenangkan Supri yang di landa kesedihan. Tedi meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat Keerom, untuk kesembuhan Supri, agar dapat menjalani hidup sebelum mendapatkan musibah yang dampaknya seperti saat ini.

“Saya terpanggil saat berpatroli dan mencari informasi tentang warga yang membutuhkan belas kasih Polri. Setelah mendapatkan informasi tentang ini, saya koordinasi dengan Kepala Desa Jaifuri dan Alhamdulillah, Pak Teddi Suseno menjadi jembatan buat saya berbagi sedikit rejeki ke Pak Supri,” kata Tedi, Bhabinkamtibmas Kampung Jaifuri.

Dirinya tetap melakukan pendekatan sosial kepada warga di Kampung Jaifuri setiap harinya dan tanpa memandang perbedaan, ia tetap menjalankan tugas Negara untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

“Itu sudah menjadi tugas kami polisi di setiap tempat tugas yang kami dapat. Secara pribadi saya tersentuh melihat kondisi beliau (Supri) dan ini adalah panggilan kemanusian menjadi tugas kita bersama,” dikatakannya.

Bantuan yang ia berikan hanya sebuah dorongan penambah semangat kepada Supriyadi untuk tetap menjalani hidup dan akan terus mendapat dukungan dari semua orang di sekitarnya. “Semua ini saya ikhlas berikan dan memang saya ingin semua warga terus meningkatkan tali silaturahmi dan menjadi satu kesatuan dalam berkehidupan sosial,” ujarnya.

Teddi Suseno selaku Kepala Desa Jaifuri (Arso 3) berikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Bhabinkamtibmas dengan melakukan pendekatan kemanusiaan kepada warga Jaifuri. Dirinya bersama-sama juga mengulurkan bantuan sedikit ke seorang warga yang benar-benar sangat membutuhkan seperti Supriyadi penyandang disabilitas.

“Bhabinkamtibmas bagus, selama ini setiap ada masalah maupun lainnya, selalu kordinasi dengan aparat desa. Tadi itu adalah program dari Bhabinkamtibmas dan saya sebagai Kepala Desa hanya membackup saja,” kata Teddi Suseno.

Dengan patroli kemanusian Bhabinkamtibmas yang di lakukan secara rutin ini, dapat mempererat kesatuan warga serta kedekatan sosial bermasyarakat semakin tajam untuk meningkatkan tali silaturahmi antar sesama di Kampung Jaifuri. (ITH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here