Example floating
Example floating
BERITAPolitikSosial Budaya

Ketua MRP Bertemu Presiden, Ini yang Dibahas!

512
×

Ketua MRP Bertemu Presiden, Ini yang Dibahas!

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Nerlince Wamuar Rollo
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Nerlince Wamuar Rollo menjelaskan terkait dirinya bertemu dengan Presiden Joko Widodo, pada 12 Juni lalu, ada beberapa point penting yang ia sampaikan langsung ke Presiden.

“Kepada seluruh rakyat Papua terutama Orang Asli Papua yang ada di negerinya, saya Nerlince Wamuar Rollo dan beberapa Ketua MRP dari 6 MRP di Tanah Papua pada 12 Juni 2024, kami bertemu dengan bapak Presiden RI di Istana Negara Jakarta,” kata Nerlince Wamuar Rollo kepada awak media di Gedung MRP, Rabu, (26/6).

Dijelaskan, dalam pertemuan dengan Presiden RI itu, pertama, MRP meminta kepada Presiden RI untuk mengeluarkan Perpres tentang wali kota, wakil wali kota, bupati dan wakil bupati harus orang asli Papua.

“Itu yang utama kami minta kepada bapak Presiden,” tegasnya.

Kedua, MRP meminta kepada Presiden agar kewenangan MRP diperluas. Ketiga, meminta dana untuk MRP dikucurkan lewat APBN, dari Jakarta langsung kepada rekening MRP.

Selain itu, MRP meminta kepada Presiden RI bahwa dalam penerimaan Bintara Polri diberikan kuota khusus bagi anak-anak orang asli Papua.

Tidak hanya itu, MRP meminta peninjauan kembali pengangkatan honorer CPNS atau ASN yang sudah berlangsung selama 3 tahun, mulai tahun 2021, 2022 dan 2023 datanya belum diterima Menpan RB.

“Kami telah beraudiensi bersama Menpan RB dan ternyata data tentang honorer dan pengangkatan CPNS itu tidak diterima oleh Menpan RB hingga saat ini. Berarti selama 3 tahun, para honorer dan CPNS nasibnya tidak ada kepastian. Kami minta pemerintah pusat untuk meninjau kembali dan saya menyampaikan kepada kepala-kepala daerah kabupaten/kota dan gubernur untuk memperhatikan hal ini, sehingga ada kepastian untuk honorer dan CPNS. Kami minta pemerintah pusat melihat nasib ASN di Papua,”pungkasnya.

MRP juga meminta Presiden agar Otsus yang sudah berlangsung selama 20 tahun lebih dan Otsus yang pertama telah berakhir, negara dan pemerintah menyatakan bahwa Otsus berhasil di Tanah Papua, tetapi orang Papua menyatakan bahwa Otsus tidak berhasil.

Untuk itu, pada saat Otsus yang kedua berlangsung ini, untuk negara memperhatikan bahwa dana Otsus yang dikucurkan selama ini kepada provinsi, kabupaten dan kota agar dikucurkan langsung kepada orang asli Papua.

“Apakah bisa bapak Presiden agar dana Otsus yang dikucurkan bisa langsung diterima orang Papua yang ada di kampung-kampung. Itu yang kami sampaikan kepada Presiden,” ujarnya.

Ternyata permintaan dana Otsus agar diterima langsung kepada orang asli Papua, diakui Nerlince Wamuar Rollo, direspon positif oleh Presiden.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa bisa. Jadi dana Otsus diturunkan kepada penerima manfaat, contoh BLT yang bisa diterima langsung dan Dana BOS yang bisa diterima langsung oleh sekolah-sekolah. Bisa jadi dana Otsus kita langsung kita kucurkan kepada penerima manfaat,” tandasnya.

“Tapi bapak Presiden bertanya? Ibu jika gagal bagaimana? Saya sampaikan ijin bapak Presiden, aturan pemerintah yang buat, masyarakat tinggal terima saja. Aturan pemerintah yang tahu dan pemerintah buat aturan seperti BLT, sehingga dana Otsus yang diturunkan langsung kepada masyarakat tidak bermasalah. Dan, itu bapak Presiden tanggapi serius sekali,” ujarnya.

Bahkan, Presiden meminta Mensegnek untuk mencatat dengan baik aspirasi MRP ini dan meminta kepada Mendagri untuk menanggapi aspirasi dari MRP se Tanah Papua terkait Pilkada 2024.

“Tetapi yang kami lihat bahwa negara tidak serius, pemerintah tidak serius. Tetapi kami tahu bahwa Presiden bijaksana. Kami bilang bapak Presiden beberapa lagi bapak Presiden akan turun dari jabatan, dan anak bapak yang menjadi wakil presiden akan melanjutkan pemerintahan, bapak sudah membuat jalan dan 17 kali sudah turun ke Papua, orang Papua bertanya, maksud apa bapak turun ke Papua ini,” katanya.

“Dengan demikian bapak, tinggalkan atau berikan kami hadiah, yang kami minta adalah bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota adalah orang asli Papua. Biarlah itu merupakan hadiah dari bapak presiden untuk orang Papua,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo juga mengklarifikasi soal pernyataannya terkait pembangunan istana negara di Papua.

“Satu hal yang kami sampaikan bahwa pertemuan kami dengan presiden itu tertutup, beberapa waktu lalu itu beredar di media masa bahwa saya Nerlince Wamuar Rollo menyampaikan tentang Istana Negara. Istana Negara tidak menjadi materi penyampaian kepada presiden, tetapi pertanyaan dari wartawan sehingga kami menjawab,”katanya

“Yang hari ini saya sampaikan kepada khusus OAP yang ada di negeri ini, bahwa istana presiden yang kami minta untuk dibangun di Tanah Papua, kembali lagi saya menyampaikan bahwa bangsa Israel yang ada di timur tengah itu, tetapi Iseael jasmani, tapi saya mau bilang adalah orang Papua itu Israel rohani. Kami percaya bahwa Papua yang kaya ini dan manusianya yang unik, rambat keriting dan kulit hitam ada rencana Tuhan, sehingga permintaan untuk pembangunan istana negara itu adalah hikmat,” pungkasnya.

Nerlince Wamuar Rollo menegaskan bahwa tugas MRP adalah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan negara, tetapi tugas rakyat dan orang asli Papua adalah berdoa dan mendukung kerja-kerja MRP.

“Jangan ada ujaran kebencian kepada MRP yang kami butuh dari bapak ibu OAP di negeri ini adalah dukungan dalam doa sehingga kerja kerja yang berat ini kami bisa selesaikan dengan dukungan doa bapak, Ibu,”tutupnya.(VN)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *