Paraparatv.id | Ilaga | Warga Kampung Jenggerbaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, menyampaikan permintaan resmi agar sapi-sapi yang berkeliaran bebas di ladang dan kebun warga segera ditertibkan bahkan dimusnahkan. Selama kurang lebih empat tahun, hewan-hewan tersebut terus merusak tanaman pertanian yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan masyarakat.
Untuk memperjuangkan haknya, warga menyusun surat pernyataan sekaligus surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Dinas Pertanian, Kantor Distrik Ilaga, Polsek Ilaga, serta Kodim 1717/Puncak. Dalam surat tersebut, masyarakat meminta pemerintah dan aparat keamanan segera mengambil tindakan tegas demi melindungi lahan dan hasil kebun warga yang terus dirugikan.
Kepala Kampung Jenggerbaga, Dekiben Kogoya, menegaskan alasan permintaan tersebut:
“Penanganan sapi dari pemilik tidak dikandangkan, melainkan dibiarkan berkeliaran. Akibatnya, selama empat tahun lebih tanaman warga terus hancur. Kami meminta sapi tersebut dimusnahkan karena sangat merugikan warga yang bertani. Kami masyarakat kecil, hidup dari berkebun.”tegad Dekiben Kogoya.
Pihak aparat keamanan serta perwakilan pemerintah distrik menyetujui aspirasi warga dan menerima surat pernyataan tersebut. Dandim 1717/Puncak dan Kapolsek Ilaga memberikan peringatan tegas kepada pemilik sapi: segera mengandangkan ternaknya dalam waktu yang ditentukan. Jika tidak dipatuhi, maka sapi tersebut harus dimusnahkan karena telah merugikan banyak pihak.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian, Deber Kogoya, SP., menegaskan tanggung jawab pengelolaan sapi berada di tangan masyarakat yang menerima bantuan bibit tersebut:

“Kami dari dinas mengeluarkan bibit sapi untuk dikelola oleh masyarakat dan sudah diserahkan sepenuhnya. Artinya, tanggung jawab penuh ada pada penerima. Jika pemilik membiarkan sapi berkeliaran dan merugikan orang lain, maka harus dibangun komunikasi antara pihak pemilik dan pihak yang dirugikan untuk mencari solusi terbaik.”ungkap Debet Kogoya.
Tokoh pemuda Jotam Waker mewakili warga menegaskan sikap tegas masyarakat:
“Selama bertahun-tahun kami terus merugi. Kerugian atas tanaman kami tidak terhitung jumlahnya. Jika tidak ada solusi, melalui surat pernyataan ini kami tetap akan membunuh sapi-sapi tersebut demi melindungi kebun dan kehidupan kami.”
Diharapkan dengan adanya pernyataan tertulis ini, seluruh pihak terkait segera bersinergi mencari jalan keluar yang adil dan tidak lagi merugikan warga Kampung Jenggerbaga.(Orinus)














