Paraparatv.id | Jayapura — Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) Wilayah XVI Tanah Papua sukses menyelenggarakan kegiatan Temu Wicara Regional X pada 7 sampai dengan 10 September 2026 yang berlangsung di Kampus Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih.
Kegiatan ini menghimpun ratusan mahasiswa teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Papua. Mengusung tema “Silver Energy: Engineer dalam Inovasi Berkelanjutan”, kegiatan ini berfokus pada penguatan peran mahasiswa teknik sipil dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Rangkaian acara diisi dengan empat agenda utama, yakni Seminar Nasional, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), Focus Group Discussion (FGD), dan Kongres Regional.
Kegiatan dibuka dengan pelaksanaan Seminar Nasional dengan tema “Resilient Infrastructure: Peran Teknik dalam Mitigasi Longsor dan Pembangunan Berkelanjutan di Jayapura”, yang menghadirkan pakar dan praktisi di bidang teknik sipil dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan.
Forum ilmiah ini membuka perspektif baru mahasiswa teknik sipil mengenai pentingnya memadukan keahlian rekayasa geoteknik dengan kearifan alam lokal Papua.
Melalui wawasan baru ini, para mahasiswa teknik sipil tidak hanya dibekali teori akademis, tetapi juga disadarkan akan tanggung jawab sosial mereka. Mereka diharapkan siap menjadi perancang infrastruktur masa depan Papua yang tangguh, aman dari ancaman bencana, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Melengkapi agenda akademis, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) menjadi ajang pembuktian gagasan kritis para mahasiswa teknik sipil. Berbagai proposal dan riset inovatif dipresentasikan di hadapan dewan juri, menampilkan gagasan cerdas mahasiswa dalam memberikan solusi atas permasalahan infrastruktur nasional saat ini.
Memasuki agenda penyerapan aspirasi, para delegasi terlibat aktif dalam Focus Group Discussion (FGD). Diskusi terarah ini membedah isu-isu strategis mengenai peta jalan pascastudi mahasiswa teknik sipil dengan menghadirkan narasumber dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku dan Papua untuk membekali calon insinyur muda dengan pemahaman industri konstruksi ketenagalistrikan yang modern dan berkelanjutan.
Sebagai BUMN yang berfokus pada pembangunan infrastruktur energi nasional, kehadiran PT PLN (Persero) UIP Maluku dan Papua menjadi sarana penghubung antara teori akademis di kampus dan tantangan nyata di lapangan.
Melalui diskusi interaktif ini, delegasi mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis, tetapi juga gambaran langsung mengenai standar profesional industri ketenagalistrikan serta peluang untuk berkarier pada proyek infrastruktur ketenagalistrikan.
Sinergi antara dunia pendidikan dan BUMN ini diharapkan mampu melahirkan lulusan teknik sipil yang adaptif, menguasai teknologi digital, dan siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur Tanah Papua yang berkelanjutan.
Rangkaian acara ditutup dengan pelaksanaan Kongres Regional yang merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan di tingkat daerah. Kongres ini membahas evaluasi kinerja kepengurusan, perumusan arah gerak organisasi ke depan, hingga penetapan kepemimpinan baru untuk periode mendatang.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan Temu Wicara Regional ini, FKMTSI Regional XVI Tanah Papua tidak hanya berhasil mempererat tali silaturahmi antarmahasiswa teknik sipil setanah Papua, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mencetak kader insan akademis yang siap berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.(Redaksi).














