Paraparatv.id | Jayapura | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat memastikan sistem kelistrikan di seluruh Tanah Papua dalam kondisi aman dan siap mendukung peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesi dengan menyiagakan sebanyak 906 personel bersama berbagai peralatan pendukung untuk menjaga keandalan pasokan listrik di puluhan lokasi prioritas selama perayaan berlangsung.
Langkah siaga tersebut dilakukan untuk mengamankan 63 lokasi strategis, termasuk titik pelaksanaan upacara kemerdekaan dan sejumlah objek vital lainnya yang tersebar di wilayah Papua dan Papua Barat.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan PLN telah menyiapkan seluruh sumber daya yang diperlukan guna memastikan tidak ada gangguan kelistrikan selama peringatan hari kemerdekaan.
“Kami telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan menyiagakan seluruh sumber daya yang ada. Fokus kami adalah memastikan perayaan HUT RI ke-81 di seluruh penjuru Tanah Papua dapat berjalan khidmat dan lancar tanpa adanya hambatan pasokan listrik,” ujar Roberth.
PLN menetapkan masa siaga kelistrikan sejak 3 hingga 18 Agustus 2026. Selama periode tersebut, sebanyak 906 personel terdiri atas 205 pegawai PLN, 665 tenaga alih daya (TAD), dan 36 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan Tegangan Menengah (PDKB TM) disebar di 65 posko siaga yang beroperasi 24 jam.
Tak hanya menyiapkan personel, PLN juga memperkuat kesiapan infrastruktur dan peralatan pendukung. Sebanyak delapan distributor control center dan satu command center dioperasikan untuk memantau kondisi sistem secara real time.
Di lapangan, PLN menyiagakan 116 kendaraan operasional, 74 unit genset, 36 unit gardu bergerak (UGB), serta 22 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan.
Menurut Roberth, seluruh material cadangan untuk kebutuhan distribusi, gardu induk, transmisi, hingga pembangkit juga telah tersedia dan siap digunakan kapan saja dibutuhkan.
“Material cadang gangguan tersedia dalam jumlah cukup untuk kategori distribusi, gardu induk, transmisi, dan pembangkit. Kami memastikan seluruh infrastruktur pendukung ini dalam kondisi prima dan siap digunakan,” katanya.
Dari sisi pasokan, kondisi sistem kelistrikan Papua dan Papua Barat dipastikan berada dalam posisi aman. PLN mencatat daya mampu pasok mencapai 425,59 megawatt (MW), sementara proyeksi beban puncak selama periode peringatan kemerdekaan berada pada level 318,11 MW. Dengan demikian tersedia cadangan daya sebesar 107,48 MW untuk menjaga keandalan sistem.
Ketersediaan cadangan daya tersebut menjadi penopang utama agar seluruh rangkaian kegiatan HUT RI, mulai dari upacara pengibaran bendera hingga berbagai aktivitas masyarakat, dapat berlangsung tanpa kendala listrik.
“Dengan persiapan personel dan infrastruktur yang matang, kami berharap masyarakat dapat merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita dan terang benderang,” tutur Roberth.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan gangguan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123 agar penanganan dapat dilakukan secara cepat oleh tim siaga yang telah disiapkan.
Dengan dukungan ratusan personel, peralatan siaga, serta cadangan daya yang memadai, PLN memastikan pasokan listrik di Tanah Papua tetap andal selama momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.














