Example floating
BERITAKABAR YAPEN WAROPEN

Gerak Cepat Anggota MRP Cyrilus Moman Selesaikan Kasus Dua Mahasiswa Asal Yapen yang Dikeroyok

30
×

Gerak Cepat Anggota MRP Cyrilus Moman Selesaikan Kasus Dua Mahasiswa Asal Yapen yang Dikeroyok

Sebarkan artikel ini
Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Adat Cyrilus Moman, asal Kabupaten Kepulauan Yapen, saat menghadiri secara langsung dalam menyelesaikan permasalahan

Paraparatv.id | Jayapura | Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kelompok Kerja Adat yang berasal dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyrilus Moman, bertindak cepat merespons kejadian yang menimpa dua mahasiswa asal daerahnya yang sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Kota Jayapura.

Kejadian bermula pada Minggu, 2 Agustus 2026, ketika kedua mahasiswa tersebut tertangkap sedang mengambil buah siri di kebun warga. Peristiwa itu berujung pada pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh kerabat pemilik kebun, dan sempat menyebar luas di media sosial.

Mendapat informasi tersebut, Cyrilus Moman segera bergerak mencari keberadaan kedua mahasiswa dan mendapati mereka sedang dalam proses penanganan di Polsek Jayapura Selatan. Ia pun melakukan mediasi yang berlangsung hingga larut malam bersama berbagai pihak terkait.

Dalam proses penyelesaian, awalnya pihak pemilik kebun meminta ganti rugi sebesar Rp10 juta, kemudian disepakati turun menjadi Rp8 juta. Berkat pendekatan dan kesepakatan yang dibangun, akhirnya kedua belah pihak sepakat dengan nilai ganti rugi sebesar Rp5 juta. Biaya tersebut dapat terpenuhi berkat bantuan yang disalurkan langsung oleh Ketua MRP Nerlince Wamuar, setelah sebelumnya dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Ketua DPR Papua Denny Henry Bonai.

“Kita terus melakukan mediasi hingga malam hari. Puji Tuhan, berkat koordinasi yang terjalin dan perhatian Ibu Ketua MRP yang memberikan bantuan Rp5 juta untuk pembayaran ganti rugi, masalah dapat diselesaikan dengan baik. Awalnya diminta 10 juta, lalu menjadi 8 juta, namun mengingat adik-adik kita ini sudah mengalami kekerasan hingga terluka dan berdarah, akhirnya sepakat dengan nilai 5 juta. Alhamdulillah seluruh permasalahan telah tuntas,” ungkap Cyrilus Moman, Senin (3/8/2026).

Lebih lanjut, Cyrilus berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali. Ia mengimbau seluruh mahasiswa dan mahasiswi asal Yapen agar tetap fokus menuntut ilmu demi meraih cita-cita, serta menjauhi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan. “Jika menghadapi kesulitan atau masalah apapun, jangan ragu untuk berkoordinasi dan meminta bantuan kepada kami,” pungkasnya.(Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *