Remaja Lereh Jayapura Menuju Skuad Garuda Muda

Barnabas Sobor (kanan) bersama Abraham Sobor (kiri) dan Kaleb Sobor (tengah) berpose mengenakan seragam SD (sekolah dasar). (Foto: koleksi Barnabas Sobor))
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Inilah penakluk si kulit bundar yang mampu meyakinkan Federasi Sepakbola Indonesia atau PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) untuk merumput bersama Tim Nasional (Timnas) U-19. Siapa sangka, ada seorang pemuda dibawah usia 19 tahun asal Papua, namanya terdaftar dalam skuad Garuda Muda.

Pria dibawah usia 19 tahun ini berasal dari Kampung Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura. Ia mengenyam pendidikan SD (Sekolah Dasar) Inpres Dobonsolo Sentani, Jayapura. Bakatnya mulai terlihat sejak berusia 10 tahun gemar mengutak atik si kulit bundar.

Tingkat menengah, anak ketiga dari empat bersaudara itu masuk di SMP (Sekolah Menengah Pertama) YPPK Bonaventura Sentani, Kabupaten Jayapura. Di usia 13-16 tahun, anak asal Kampung Lereh ini mulai menunjukkan bakatnya kendalikan si kulit bundar.

Di bangku SMP inilah, awal jenjang karirnya sepak bola terbentuk. Dimana, Kaleb Sobor sang Kakak mengajak bergabung ke Tim U-14 SSB Papua United Sentani tahun 2016. Terbukti dari klub tersebut, ia mencatatkan namanya ke papan top skor dalam kompetisi Futsal tingkat SMP/Mt’s (Madrasah Tsanawiyah).

Masa kecil Barnabas Sobor (kanan) bersama Kakaknya Abraham Sobor (kiri) dan Kaleb Sobor (tengah) saat menikmati makanan nasi goreng. (Foto: koleksi Barnabas Sobor)

Kecintaan anak ketiga dari pasangan Permenas Sobor dan Mina Bitaba terhadap sepak bola tak jauh dari sang Kakak Abraham Sobor yang juga pernah merumput bersama Tim Dafonsoro Jayapura. Melihat kedua kakak menjadi atlet sepak bola, dirinya semakin jatuh cinta akan dunia sepak bola.

Dimasa itu, dirinya juga berhasil masuk ke Tim U-16 SSB Papua United Sentani tahun 2017. Waktu terus berjalan, kepekaannya terhadap si kulit bundar semakin kuat, hingga duduk di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas) dan si pemurah senyum itu semakin terasah diatas lapangan rumput hijau.

Barnabas Sobor, dialah sosok yang saat ini mampu mempertahankan dan melanjutkan perjuangan Sobor (Marga/Fam) seperti kakaknya Abraham Sobor dan Kaleb Sobor yang telah mengangkat tanah Kampung Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura di Bumi Cenderawasih tercatat dalam sejarah deretan pesepak bola profesional asal Papua.

Kakak dari Lis Yuliana Sobor ini terlahir dari keluarga sederhana yang berpegang teguh adat istiadat Papua. Atas bakatnya ini, skuad Persipura muda U-16 melirik bakatnya dan tim berjuluk Mutiara Hitam itu berhasil merekrutnya tahun 2019 hingga naik ke Persipura U-18.

Bersama Mutiara Hitam muda, remaja yang gemar makan nasi goreng ini tampil pada ajang Elite Pro Academy Liga 1 U-16 yang berlangsung dikawasan National Youth Training Centre,  Sawangan milik PSSI. Ia pun lanjut menimba ilmu dan pengalaman di Al Fatih Footbal Academy Makassar, Sulawesi Selatan.

BArnabas Sobor berpose di memegang bola. (Foto: koleksi Barnabas Sobor)

Alhasil, Barnabas pun diberi kesempatan magang di Borneo FC Samarinda bersama tim senior Pesut Etam dan ia berlatih bersama senior-seniornya dari Papua seperti Terens Puhiri dan kawan-kawan pada Turnamen Piala Menpora beberapa bulan lalu.

Si penakluk kulit bundar ini pernah mengikuti TC seleksi tahap dua Timnas U-18 dan perjuangannya ini berbuah manis menjadi pemain profesional dengan kontrak pertamanya, tepat 26 Juli 2021 di Persewangi Banyuwangi pada posisi natural sebagai bek sayap satu tim bersama saudaranya Kaleb Sobor untuk berjuang Liga 3 Indonesia.

Pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong merekomendasikannya bersama 39 pemain lainnya ke PSSI, setelah menganalisa bakat pemilik nomor punggung 25 di Persewangi, untuk membela Garuda Muda (Tim Nasional-Timnas) U-19.

Resmi kenakan nomor punggung 5 (lima) Garuda Muda, ia pun terbang ke Jakarta, Minggu, (28/2/2022) berkumpul bersama rekan-rekannya dan terjadwalkan terbang bersama tim untuk jalani pemusatan latihan ke Ngeri Ginseng, Korea Selatan.

Barnabas Sobor saat latihan dan mengenakan seragam Garuda Muda. (Foto: Istimewa)

“Saya akan berjuang lebih keras lagi,supaya mendapatkan kepercayaan dari Shin tae Yong,karena kami di timnas bersaing secara sehat dan saya akan berjuang Demi Nagara, serta saya akan membuktikan bahwa, saya layak di panggil untuk ikut bergabung dgn timnas,” kata Barnabas kepada paraparatv.id dari telepon selulernya, Sabtu (26/2/2022).

Asisten Pelatih Persipura U-16, Melkior Wamblolo saat ditemui mengaku bangga atas jejak langkah anak asuhnya ini. Ia mengaku, Barnabas seorang anak pendiam, pemalu, jarang cerita masalah keluarga ke rekan setimnya U-16.

Ada pengalaman lucu sekitar bulan Juli 2019 lalu, Melkior ceritakan ketika itu Barnabas pertama kali keluar dari Tanah Papua dan menginjak Tanah Jawa saat Liga Elit Pro Akademi PSSi tahun 2018-2019. Pertama kali si Barnabas membeli sepatu bola harga sekitar Rp320 ribu di pasar Turi di Surabaya, Jawa Timur bersama dirinya dan beberapa rekan setimnya.

“Dia pakai sepatu bola, celana pendek dan bertelanjang dada malam hari sambil lari-lari keliling kamar hotel tempat (base camp) Persipura U-16, membuat teman-temannya semua tertawa lihat tingkah lakuknya. Dia rasa bangga bisa beli sepatu bola sendiri, ini yang tak akan saya lupa dengan Barnabas,” kata Melkior, Senin (28/2/2022).

Kini anak yang rajin ibadah dan dengar nasihat baik orang tua, telah menjadi seorang remaja yang dapat menopang hidupnya sendiri dan keluarga. Percaya akan jalan Tuhan YME (Yang Maha Esa) sesuai iman Kristen Protestan yang dianut Barnabas, menjadikannya sosok pesepakbola profesional dan patut membanggakan Tanah Papua. (ITH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *