Atlet penyintas Covid 19, Pemkot Jayapura terkendala Akomodasi

Wali kota Jayapura, Benhur Tomi Mano
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Fasilitas isolasi terpusat bagi para penyintas Covid-19 di Kota Jayapura belum menemui kesepakatan yang jelas.

Pemerintah Kota Jayapura sebelumnya telah menerima bantuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yakni fasilitas isolasi terpusat terapung berupa Kapal Motor Tidar.

Bantuan Kemenhub itu diperuntukkan menanggulangi warga yang terindikasi tanpa gejala Covid-19 atau pun memiliki riwayat positif Covid-19 agar menjalani masa isolasi terpusat terpadu di atas kapal laut milik PT. Pelni tersebut.

Saat ini, kejelasan mengenai fasiltas isolasi terpusat penyintas Covid-19 di Kota Jayapura belum terakomodir dengan baik. Hal ini pula menjadi perhatian Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, M.M. Pasalnya, terdapat sejumlah atlet Pekan Olahraga Nasional ke 20 yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan ditempatkan pada isoter KM. Tidar.

Berkenaan dengan hal tersebut, Benhur Tomi Mano mengatakan bahwa pihaknya menemui kendala komunikasi bersama Panitia Besar PON XX Papua.

“Kami sulit sekali melakukan komunikasi dengan PB PON, sulit sekali. Karena batas waktunya tanggal 20 kapal ini (KM. Tidar) harus di kembalikan pada Kementerian Perhubungan.” Ucap BTM kepada wartawan disela-sela aktifitasnya, Senin (18/10).

Benhur mengakui bahwa ada tawaran untuk menggunakan fasilitas kapal yang ukurannya lebih kecil dari KM. Tidar, namun Ia menolak dengan pertimbangan bahwa akomodasi penyitas Covid-19 di Kota Jayapura khususnya para atlet PON harus diperhatikan secara baik.

“Karena ini atlet-atlet PON yang kita harus hargai mereka, jaga mereka. Ini bagaimana komunikasi kita dengan PB PON, kita harus ada hotel atau rumah sakit yang kita harus menampung para atlet yang 52 orang ini.” Pinta Benhur Tomi Mano. (AY/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *