KAMPUNG NELAYAN HAMADI DISERBU WARGA

0
837
TAMAN KAMPUNG NELAYAN HAMADI YANG MENJADI PUSAT TONGKRONGAN WARGA YANG MEMADATINYA, MINGGU 10 FEBRUARI 2019
TAMAN KAMPUNG NELAYAN HAMADI YANG MENJADI PUSAT TONGKRONGAN WARGA YANG MEMADATINYA, MINGGU 10 FEBRUARI 2019

Paraparatv.id | Jayapura | Ratusan Warga secara bergantian datangi destinasi Kampung Nelayan Hamadi, tidak hanya anak muda dan remaja tetapi orang tua dan keluarga memadati jembatan yang menghubungi kawasan pesisir Kampung Nelayan Hamadi, minggu 10 Februari 2019.

“Saya hanya melihat di medsos, sekarang saya bisa melihat dan rasakan langsung tempat ini, dan ramai banyak orang yang datang,”Kata ninis, wanita yang hobi bertualang.

Wanita yang datang jauh dari sentani ini, mengatakan jembatan dan taman yang dibuat dikawasan kampung nelayanan sangat tepat karena kita bisa melihat langsung kehidupan para nelayan dilepas pantai.

“Pemerintah bangun ini sangat tepat, selain untuk keperluan para nelayan, namun menjadi destinasi wisata baru bagi warga yang suka rekreasi, kita bisa melihat kehidupan para nelayan,”ungkapnya.

Sementara itu, warga pengunjung Kampung Nelayan Hamadi mengatakatan lokasi yang dibuat cukup terkenal di media sosial, karena terdapat pulau berbentuk kura-kura didepannya, tapi sayangnya sulit menemukan WC umum.

“Tempat sudah bagus sering nampak dimedsos, tapi kita sulit temukan WC umum, apalgi kita ini perempuan yang sangat butuhkan wc yang aman dan bersih,”kata wanita muda yang hobi selfi dipanorama alam.

WARGA PENGUNJUNG SAAT SELFI DI KAWASAN KAMPUNG NELAYAN HAMADI DENGAN LATAR PULAU KURA-KURA, MINGGU 10 FEBRUARI 2019

Tidak hanya itu, dirinya juga memberikan masukan, sarana parkir kendaraan yang tidak teratur, jika kita melewati jalan masuk hamadi hanurata yang berdekatan dengan taman Kampung Nelayan Hamadi, parkirannya butuh yang lebih baik dan harus disediahkan petugas yang beseragam agar, bisa memberikan rasa aman kepada pengunjung.

“Iya tadi kita masuk nyari parkiran susah, walaupun ada parkiran tapi sempit, jika perlu harus ada petugas berseragam untuk menjaga dan mengatur kendaraan yang parkir,”harapnya.

Menyoalkan harga parkiran lebih baik diatur pemerintah sehingga tidka terlalu mahal bagi pengunjung destinasi yang ada di tengah kota jayapura ini.

“Tadi saya masuk bawa mobil dengan saudara bayar dua puluh ribu, kalo motor sepuluh ribu, kalo bisa diatur baik supaya tidak naik-naik terus karna sebelumnya kita datang motor tiga ribu dan mobil lima ribu bahkan ada tulisan bayar seadanya,”jelasnya.

Kampung Nelayan Hamadi telah menjadi sala satu tujuan wisata para pengunjung yang datang, tidak hanya warga kota Jayapura, tetapi dari kabupaten Jayapura, dan Keerom menyempatkan diri untuk melihat langsung keindahan Kampung Nelayan Hamadi.**(paraparatv.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here