Example floating
BERITAOlahragaOlahragaSorotan

Elvis Howay Sorot Performa Persipura: Evaluasi Total, Benahi Pembinaan, dan Buka Diri Pemain Luar Papua

30
×

Elvis Howay Sorot Performa Persipura: Evaluasi Total, Benahi Pembinaan, dan Buka Diri Pemain Luar Papua

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Penggiat sepak bola Sorong Raya, Elvis Howay, menyoroti penampilan Persipura Jayapura yang dinilai belum konsisten di sejumlah laga terakhir. Hasil-hasil seperti kekalahan 1-3 dari RANS FC, 2-3 di kandang Barito, imbang 0-0 melawan Kendal, hingga kemenangan 3-2 atas De Red FC, menunjukkan masih banyak hal yang harus dibenahi.

Evaluasi Menyeluruh Diperlukan
Elvis meminta manajemen melakukan evaluasi menyeluruh — mulai dari kualitas pemain, kebijakan perekrutan, hingga sistem pembinaan usia dini. Persoalan tidak hanya di lapangan, tetapi juga mencakup kesiapan mental, efektivitas penyelesaian akhir, dan dukungan manajemen. Minimnya dukungan suporter saat tandang juga menjadi catatan, namun ia menegaskan akar masalah lebih luas dari itu.

Pelatih yang Memahami Karakter Anak Papua
Elvis menyarankan Persipura mempertimbangkan kembali sosok pelatih yang memahami karakter pemain Papua sekaligus mampu meracik strategi tepat. Ia menyebut nama Rahmad Darmawan sebagai kandidat yang layak dipanggil kembali.

“Suka tidak suka, menurut saya dia harus dipanggil kembali. Pemahaman terhadap karakter pemain Papua penting, dibarengi disiplin dan taktik yang matang,” ujarnya.

Pembinaan Usia Dini Dinilai Tertinggal
Secara mendasar, Elvis menilai pembinaan sepak bola Papua telah berjalan mundur. Daerah lain sudah membina anak-anak sejak usia enam tahun, sementara Papua masih mengandalkan bakat alam tanpa sistem terencana.

“Bakat alam harus dipoles sejak usia muda. Kalau baru terlihat bakatnya di usia 17 tahun, kita sudah terlambat,” tegasnya.

Buka Diri untuk Pemain Luar Papua
Elvis mendorong Persipura tidak tertutup merekrut pemain dari luar Papua. Perpaduan pemain lokal dan luar dinilai akan memperkaya karakter dan pengalaman tim, tanpa mengesampingkan peran pemain Papua.

“Kita harus terbuka. Penyatuan karakter akan memperkuat daya saing kita,” katanya.

Ia juga mengkritik proses perekrutan yang dinilai perlu lebih objektif. Manajemen harus berperan aktif, tidak menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih. Ia menyarankan keterlibatan mantan pemain senior dalam menyeleksi pemain asing yang direkrut dengan biaya tinggi.

Di sisi teknis, lini depan dinilai masih kurang tenang memanfaatkan peluang. Elvis mencontohkan ketenangan dan keputusan tepat seperti yang ditunjukkan Cristiano Ronaldo di depan gawang. Kemampuan ini harus diasah lewat latihan sekaligus penguatan mental pemain

Bagi Elvis, mengembalikan kejayaan Mutiara Hitam tak cukup hanya ganti pemain atau pelatih. Diperlukan perubahan menyeluruh: manajemen yang profesional, perekrutan berbasis kualitas, pembinaan berjenjang, dan keterbukaan menyatukan kekuatan pemain Papua dan luar Papua. (Nesta)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *