Example floating
AdvetorialBERITAKABAR PAPUAPeristiwa

Gubernur Matius Fakhiri Lantik Pengurus IKT Papua, Zet Saalino Jadi Ketua Periode 2026-2031

39
×

Gubernur Matius Fakhiri Lantik Pengurus IKT Papua, Zet Saalino Jadi Ketua Periode 2026-2031

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., S.H., M.H. resmi melantik dan mengukuhkan pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua periode 2026-2031. AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. dikukuhkan sebagai Ketua Umum IKT Provinsi Papua.

Pelantikan dan pengukuhan sekitar 30 pengurus IKT Provinsi Papua tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan Yayasan Tongkonan Provinsi Papua periode 2026-2031 di Tongkonan, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (8/10).

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik sekaligus mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

Fakhiri mengatakan, IKT Provinsi Papua memiliki sejarah panjang dan telah berdiri sejak 10 Juli 1963 di Jayapura, yang dirintis oleh para sesepuh masyarakat Toraja.

Menurutnya, keberadaan IKT tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Toraja, tetapi juga telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan di Papua.

“Pelantikan hari ini hendaknya tidak dipandang hanya sebagai seremoni organisasi. Ini adalah momentum untuk melanjutkan pengabdian, memperkuat persaudaraan dan memperbesar kontribusi masyarakat Toraja bagi Papua,” ujar Fakhiri.

Ia juga mengapresiasi tujuan IKT dalam memperkuat persatuan dan kesatuan, membina kekeluargaan, kegotongroyongan dan kebersamaan, sekaligus mengembangkan potensi warga Toraja bagi pembangunan daerah dan nasional.

Fakhiri turut menekankan pentingnya menjaga nilai yang terkandung dalam motto IKT, yakni “Siporannu Sipopa’di Sangkutu’ Banne, Sangboke Amboran”, yang bermakna saling berbagi dalam suka dan duka serta bersatu erat dalam satu ikatan.

“Nilai ini harus terus dihidupkan, bukan hanya dalam lingkungan keluarga Toraja, tetapi juga dalam kehidupan bersama sebagai masyarakat Papua,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fakhiri berharap pengurus IKT periode 2026-2031 dapat menjadikan organisasi tersebut sebagai rumah bersama yang terbuka, inklusif dan produktif.

Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dan perempuan, serta pengembangan pendidikan, kewirausahaan, kepedulian sosial, kebudayaan dan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kepada seluruh keluarga besar Toraja di Papua, saya mengajak untuk terus menjaga identitas dan budaya, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Papua sebagai Tanah Bersama.
Keberagaman bukan alasan untuk terpisah, tetapi kekuatan untuk saling melengkapi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua IKT Provinsi Papua AKBP Zet Saalino menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, khususnya Gubernur Papua, yang telah melantik dan mengukuhkan kepengurusan IKT periode 2026-2031.

Zet mengatakan, kepengurusan yang baru memiliki komitmen untuk menjadikan IKT sebagai paguyuban yang besar serta menjadikan Tongkonan sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat Toraja di Papua.

“Kami ingin menjadikan Tongkonan ini rumah bersama, rumah untuk seluruh masyarakat Toraja di Papua. Tempat untuk datang menyelesaikan berbagai permasalahan dan juga tempat untuk menaikkan puji syukur kepada Tuhan,” katanya.

Ia menjelaskan, program kerja IKT ke depan akan dibagi dalam tiga tahap, yakni program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Untuk jangka pendek, pihaknya akan berupaya memperkuat soliditas seluruh organisasi masyarakat Toraja yang ada di Provinsi Papua.

“Kita jadi solid. Jika ada hal-hal yang perlu diselesaikan, kita selesaikan segera untuk ke depan kita semakin baik dan bersatu,” ujarnya.

Zet menegaskan, IKT juga akan tetap terbuka dan inklusif, tidak hanya bagi masyarakat Toraja, tetapi juga dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat asli Papua dan seluruh masyarakat yang berada di Tanah Papua.

Selain memperkuat organisasi, Zet mengatakan kawasan Tongkonan akan diarahkan menjadi pusat pendidikan, budaya dan olahraga.
Menurutnya, pengembangan pendidikan akan dilakukan secara bertahap, salah satunya dengan mempersiapkan pendidikan mulai dari kelompok bermain atau PAUD.

“Di Tongkonan ini kami akan jadikan pusat pendidikan. Paling tidak kita mulai dari playgroup atau PAUD, secara bertahap kita persiapkan,” katanya.

Tongkonan juga akan dikembangkan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, termasuk menjadi ruang bagi masyarakat Toraja untuk berkreasi bersama masyarakat asli Papua.

Selain itu, kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan olahraga dan ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas.

Zet juga mengajak seluruh masyarakat Toraja di Papua ikut menjaga keamanan dan kedamaian serta mendukung program pembangunan pemerintah.

“Masyarakat Toraja harus terus membangun kehidupan yang berdampingan dengan seluruh masyarakat asli Papua dan menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan di Tanah Papua.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Mika Sapan, berharap kepemimpinan AKBP Zet Saalino dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Toraja di Provinsi Papua.

“Kami berharap Pak AKBP Zet Saalino bisa memberikan kontribusi yang besar dan komunikasi yang baik dengan masyarakat-masyarakat Toraja, khususnya yang ada di Provinsi Papua ini,” pungkasnya.(VN)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *