Example floating
BERITAOlahraga

2.520 Siswa, 72 Rombel: Sekolah Rakyat Jayapura Disiapkan dalam Satu Kawasan Terintegrasi

14
×

2.520 Siswa, 72 Rombel: Sekolah Rakyat Jayapura Disiapkan dalam Satu Kawasan Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Jayapura | Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura sedang bergerak menuju sebuah sekolah permanen yang dirancang menampung 2.520 siswa. Di dalam rancangan itu bukan hanya ada ruang kelas, tetapi ada asrama, fasilitas olahraga, ruang makan, tempat peribadatan, gedung serbaguna, dan fasilitas bagi guru.

Menko Infrastruktur, Pembangunan dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyebut rancangan sekolah terdiri atas 36 rombongan belajar SD serta masing-masing 18 rombongan belajar SMP dan SMA. Secara keseluruhan, Agus memperkirakan jumlah siswa sekitar 2.500 orang.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti mengatakan pembangunan sudah dimulai sekitar satu bulan dan ditargetkan selesai pada Maret.

Diana mengatakan pembangunan tiga sekolah itu berada dalam satu paket dengan anggaran lebih dari Rp1 triliun. Nilai tersebut ditempatkan pemerintah bersama pembangunan fasilitas yang menurut Diana diharapkan dapat menampung seluruh aktivitas belajar mengajar dalam konsep Sekolah Rakyat yang terintegrasi.

“Daya tampungnya dua ribu lima ratus dua puluh, ya” ucap Wamen PU Diana.

Angka 2.520 siswa yang disebut oleh Diana, dan total 72 rombongan belajar itu menunjukkan skala sekolah yang sedang disiapkan. Fasilitasnya juga dirancang mengikuti kehidupan siswa selama berada di sekolah. Asrama menyediakan tempat tinggal, ruang makan menunjang kebutuhan sehari-hari, fasilitas olahraga dan gedung serbaguna membuka ruang aktivitas, sedangkan fasilitas guru dan rumah susun yang disebut Agus berkaitan dengan kebutuhan pendidik.

Tetapi ukuran sebuah sekolah tidak berhenti pada jumlah ruang dan kapasitas bangunan. Di Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura, Quinza Sabatini mengatakan kehadiran sekolah sudah terasa dalam kehidupan keluarganya. Siswa itu mengatakan Sekolah Rakyat membantu mengurangi beban orang tua karena ia mendapatkan fasilitas, bimbingan, serta perhatian dari guru dan wali asuh.

Quinza juga membawa pengalaman sebelum dan sesudah masuk Sekolah Rakyat. Ia mengatakan saat bersekolah di SMP 2, ia merasakan persaingan dengan teman-teman yang menurut pengalamannya memiliki kondisi ekonomi dan fasilitas yang lebih baik. Di Sekolah Rakyat, ia mengatakan pengalaman itu berbeda dan minat bakatnya mendapat dukungan dari guru serta wali asuh.

Bagi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura Abigael Kalami, pembangunan sekolah permanen menjadi kelanjutan dari kebutuhan yang dirasakan siswa sekarang. Ia berharap anak-anak segera memiliki tempat yang layak untuk belajar sekaligus menjalankan kegiatan ekstrakurikuler.

Karena itu, pembangunan sekolah ini memiliki dua ukuran yang berjalan bersamaan. Pemerintah mengukurnya melalui kapasitas 2.520 siswa, 72 rombongan belajar, kelengkapan fasilitas, waktu pembangunan, dan anggaran lebih dari Rp1 triliun. Siswa dan sekolah mengukurnya dari manfaat yang mereka rasakan serta kesempatan untuk belajar dalam tempat yang lebih layak. (Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *