Paraparatv.id | Timika | Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk menghapus kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta, sekaligus mempercepat pembangunan pendidikan di wilayah pesisir yang selama ini dinilai tertinggal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di Kantor Bappeda Kabupaten Mimika, Selasa (31/03/2026). Ia menekankan bahwa tidak boleh ada lagi perbedaan perlakuan terhadap sekolah negeri maupun swasta di wilayah Mimika.
Menurutnya, seluruh lembaga pendidikan memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan anak-anak Mimika. Perbedaan hanya terletak pada sistem pengelolaan, bukan pada perhatian dari pemerintah.
“Tidak ada lagi perbedaan. Semua itu mengajar anak-anak Mimika. Kalau memang perlu dibantu, pemerintah pasti hadir memberikan bantuan,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika telah menjalankan program revitalisasi sekolah. Pada tahun sebelumnya, sembilan sekolah berhasil direvitalisasi, dengan sebagian besar merupakan sekolah swasta yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak.
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional yang berhasil diakses oleh Mimika. Untuk tahun ini, pemerintah daerah kembali mengusulkan revitalisasi sekitar 30 sekolah, meski diperkirakan tidak seluruhnya akan mendapatkan persetujuan.
Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti kondisi pendidikan di wilayah pesisir dan distrik terpencil yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi akses maupun fasilitas.
Di sejumlah distrik seperti Mimika Barat Jauh dan Mimika Timur Jauh, jumlah sekolah masih sangat terbatas. Bahkan, terdapat wilayah luas yang hanya memiliki satu sekolah untuk melayani masyarakat yang tersebar.
Kondisi geografis berupa wilayah kepulauan dan delta turut menjadi tantangan besar. Banyak siswa harus menempuh perjalanan berjam-jam demi mengenyam pendidikan, situasi yang dinilai tidak ideal dan perlu segera dibenahi.
“Kita tidak boleh biarkan anak-anak harus pergi jauh berjam-jam untuk sekolah. Itu yang harus kita benahi, terutama di wilayah pesisir,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung program nasional “Sekolah Rakyat” yang merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkab Mimika berharap pemerataan pendidikan dapat segera terwujud, tanpa adanya lagi perbedaan antara sekolah negeri dan swasta, serta memastikan seluruh anak di Mimika mendapatkan hak pendidikan yang layak.(Ian)














