Example floating
BUMNEkonomiPeristiwa

Warga Berburu LPG di Timika, Pertamina Tegaskan Stok Aman Meski Distribusi Dibatasi

183
×

Warga Berburu LPG di Timika, Pertamina Tegaskan Stok Aman Meski Distribusi Dibatasi

Sebarkan artikel ini
Berburu LPG, Warga Padati Agen di Tengah Stok Terbatas (Foto: ian)

Paraparatv.id | Timika | Antrean panjang warga terlihat di sejumlah agen LPG di Timika dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan gas, meski pihak Pertamina memastikan stok masih tersedia.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Tengah wilayah Timika/Mimika, Junaedi Kala, menegaskan bahwa informasi terkait kekosongan LPG tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, stok gas di Timika masih ada, hanya distribusinya yang belum merata.

“Gas kosong itu tidak benar. Stok kita masih ada di Timika, hanya memang saat ini tersisa di satu agen, sementara dua agen lainnya sudah habis,” ujarnya saat ditemui di kantor agen Matam, Jalan Nawaripi, Senin (06/04/2026).

Ia menjelaskan, kondisi ini terjadi karena pasokan baru masih dalam perjalanan dari luar daerah. Pertamina pun memastikan suplai tambahan segera tiba untuk menormalkan distribusi.

“Next supply dari Surabaya dan Makassar diperkirakan tiba pada tanggal 7 dan 13. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Saat ini, stok LPG ukuran 5,5 kilogram tercatat sekitar 2.000 tabung, sementara ukuran 12 kilogram sekitar 1.000 tabung. Jumlah tersebut diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama 5 hingga 6 hari ke depan.

Untuk mengantisipasi kekosongan, Pertamina bersama agen menerapkan pembatasan pembelian. Setiap rumah tangga hanya diperbolehkan membeli satu tabung per hari.

“Kami atur pengambilan per hari, satu rumah tangga cukup satu tabung, supaya tidak terjadi kekosongan total,” tegas Junaedi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menghindari pembelian berlebihan. Selain LPG non-subsidi, masyarakat masih memiliki alternatif energi lain seperti minyak tanah yang tersedia di wilayah Timika.

Terkait kemungkinan pengalihan titik suplai dari Ambon atau Jayapura, Junaedi menyebut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah daerah dan para agen.

“Kami tidak bergerak sendiri. Pertamina bersama Pemda dan agen sedang merapatkan terkait kemungkinan pengalihan supply point, termasuk dampaknya terhadap harga,” ungkapnya.

Meski demikian, hingga saat ini pasokan LPG untuk Timika masih tetap berasal dari Makassar dan Surabaya. Ia juga memastikan harga LPG non-subsidi yang dijual sudah termasuk biaya pengiriman.

“Harga jual eceran sudah termasuk ongkos kirim. Semua sudah dihitung dalam satu komponen harga,” tambahnya.

Pertamina optimistis kondisi distribusi akan segera kembali normal setelah pasokan baru tiba. Masyarakat pun diminta tetap tenang dan bijak dalam penggunaan energi.

“Kami pastikan ke depan kondisi akan membaik. Yang penting masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” pungkasnya.(ian)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *