Paraparatv.id | Jayapura | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Provinsi Papua.
Pemerintah saat ini menyiapkan tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.
Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat Terpadu di Kota Jayapura, Papua, Kamis (18/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Gubernur Papua Mathius Fakhiri, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Bupati Jayapura Yunus Wonda, serta jajaran terkait.
“Untuk Provinsi Papua, kita sedang menyiapkan pembangunan sekolah rakyat terintegrasi. Artinya jauh lebih luas, jauh lebih lengkap, ada SD, SMP, SMA semua di dalam satu kawasan,” ujar Menko AHY.
Menko AHY menjelaskan, ketiga lokasi tersebut ditargetkan hadir dalam periode pembangunan 2026–2027. Khusus lokasi di Kota Jayapura, pembangunan telah dimulai dengan progres sekitar 4–5 persen dan akan terus dikawal agar berjalan sesuai target.
“Ini perlu kita kawal terus. Termasuk yang ada di Sarmi, dan satu lagi di Biak Numfor. Jadi untuk 2026–2027 tiga lokasi tersebut yang akan hadir sekolah rakyat di Provinsi Papua ini,” katanya.
Menko AHY menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang tepat waktu, akuntabel, dan menghasilkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas. Ia berharap pembangunan tersebut dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua.
Sekolah Rakyat Terintegrasi nantinya dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang tidak hanya menyediakan gedung sekolah, tetapi juga asrama, ruang makan, fasilitas olahraga, rumah ibadah, gedung serbaguna, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sekolah tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 2.500 siswa, yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain fasilitas bagi siswa, pemerintah juga menyiapkan fasilitas bagi para guru, termasuk hunian yang diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar.
Menko AHY mengatakan, konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi memungkinkan siswa menempuh pendidikan dari SD hingga SMA dalam satu kawasan, termasuk bagi mereka yang tinggal jauh dari lokasi sekolah.
“Dari SD sampai dengan SMA sudah tidak perlu ke mana-mana dan tidak perlu pusing lagi. Karena ada asramanya. Jadi kalaupun agak jauh lokasi tempat tinggal orang tuanya, mereka tidak pusing karena ada asrama,” ujar Menko AHY.
Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat memperkuat pemerataan akses pendidikan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Papua.(Redaksi)














