Paraparatv.id | Jayapura | Keselamatan berkendara menjadi perhatian serius di tengah tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Salah satu faktor penyebab utama kecelakaan adalah kelalaian pengendara dalam menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
Astra Motor Papua mengingatkan seluruh pengguna kendaraan bermotor untuk lebih disiplin memperhatikan jarak aman demi keselamatan bersama di jalan raya.
Menjaga jarak aman antar kendaraan bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah keharusan. Jarak yang cukup memberikan waktu reaksi yang diperlukan pengendara untuk mengambil tindakan saat kondisi darurat terjadi secara tiba-tiba, seperti pengereman mendadak, ban pecah, atau kecelakaan di depan.
Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, standar jarak aman kerap dihitung berdasarkan kecepatan kendaraan.
Pada kecepatan 60 km/jam, jarak aman yang direkomendasikan adalah sekitar 60 meter, sementara pada kecepatan 70 km/jam sekitar 70 meter. Meski demikian, acuan tersebut dinilai cukup ambigu dan sulit diterapkan secara langsung di lapangan.
Karena penerapan yang sulit, berikut panduan yang diberikan oleh Astra Motor Papua dengan harapan dapat mudah dipahami oleh seluruh kalangan pengendara.
Berikut panduan jarak aman yang lebih mudah diterapkan dalam keseharian berkendara:
- Gunakan spasi interval 2–3 detik dengan kendaraan di depan pada kondisi normal dan cuaca cerah. Caranya, perhatikan saat kendaraan di depan melewati satu titik tetap (misalnya rambu atau tiang), lalu hitung: “satu-seribu-satu, satu-seribu-dua”. Kendaraan Anda seharusnya baru melewati titik yang sama setelah hitungan selesai.
- Tambahkan spasi menjadi 3–4 detik saat hujan, jalan licin, kabut, atau kondisi visibilitas yang terbatas. Jalanan yang basah memperpanjang jarak pengereman secara signifikan, sehingga pengendara memerlukan ruang ekstra untuk bereaksi dengan aman.
Marketing Manager Astra Motor Papua, Elang Samodra semakin menekankan bahwa keselamatan berkendara merupakan hal yang wajib diterapkan dan harus dimulai dari diri sendiri.
Oleh karena itu metode interval waktu perlu dikuasai karena jauh lebih relevan untuk diterapkan dalam kondisi berkendara sehari-hari.
“Kami selalu ingin agar masyarakat selalu menerapkan prinsip #Cari_aman setiap kali berkendara. Dengan metode hitungan detik, kami ingin memberikan kemudahan bagi siapa pun sehingga bisa langsung mempraktikkannya tanpa alat bantu. Perlu diingat, keselamatan dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten,” ujar Elang.
Astra Motor Papua terus berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat Papua dalam menciptakan budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Adanya tips ini merupakan salah satu bentuk kampanye keselamatan berkendara dan merupakan bagian dari program berkelanjutan Astra Motor Papua dalam mendukung terciptanya ekosistem lalu lintas yang lebih baik di wilayah Papua.(*)



















