Example floating
Advetorial

Peringati Hari Ibu ke-97, BKOW PBD Usung Tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”

139
×

Peringati Hari Ibu ke-97, BKOW PBD Usung Tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”

Sebarkan artikel ini

Paraparatv.id | Kota Sorong | Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Papua Barat Daya Memperingati Hari Ibu ke- 97 Tahun acara berlangsung di Vega prime Hotel Kota Sorong provinsi Papua Barat Daya, Senin (22/12/2025).

HUT peringatan hari Ibu dengan tema” Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045″

---

Ketua Dharma Wanita Persatuan Papua Barat Daya Ny. Erdia Msiren Kareth, S.Pa selaku ketua panitia penyelenggara menyebut Memperingati hari ibu. Menghargai dan memaknai peran perempuan dalam pembangunan daerah, Mempererat tali silaturahmi antar organisasi wanita di tingkat provinsi, Mewujudkan kolaborasi strategis antara empat pilar utama perempuan di Papua Barat Daya.

“Yaitu antara Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Badan Kerjasama Organisasi Wanita BKOW Papua Barat Daya, Tim Tenggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya. Kata dia tahapan kegiatan yang dilaksanakan untuk peringati Hari ibu diantaranya, sosialisasi kesehatan reproduksi wanita, Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Kota Sorong, pada 19 Desember di gedung Ikaswara yang mengikuti 50 orang, jalan sehat, dilaksanakan bersama organisasi wanita se-Papua Barat Daya 20 Desember 2025 400 orang yang turut berpartisipasi,” Jelasnya.

Erdia Msiren Kareth menekankan ibu adalah melahirkan generasi penerus bangsa sebagai pewaris peradaban.Di tangan ibu, para pemimpin bangsa ini dilahirkan dengan kepribadian yang istimewa.

“Sosok wanita yang mengantarkan kesuksesan anak-anaknya menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, Ibu nafas beradab bangsa.selalu siap mendidik dan membesarkan anak-anaknya hingga tumbuh menjadi generasi yang membanggakan,” Ujar Erdia

Sementara itu Ketua BKOW PBD Ny. Ida Priyanti, mengatakan Perempuan adalah kekuatan bangsa. Hari Ibu bukan sekedar perayaan kasih sayang kepada sosok ibu dalam lingkung keluarga, melainkan merupakan momentum historis untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan bangsa.

“Sejarah mencatat bahwa Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama tahun 1928, sebuah tonggak penting yang menandai kebangkitan gerakan perempuan Indonesia.
Dari Kongres inilah lahir kesadaran kolektif bahwa perempuan memiliki peran strategis sejajar dan bermartabat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hari Ibu sesungguhnya adalah Hari Perempuan Indonesia, sebuah penghormatan atas dedikasi, pengabdian, dan karya perempuan
dalam berbagai bidang kehidupan,” Ucap Priyanti

Menurutnya Hari Ibu ke-97 tahun 2025 tema hari ini mencerminkan harapan dan komitmen bersama bahwa perempuan Indonesia adalah pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki kekuatan, kapasitas, dan keberanian untuk mengambil peran serta keputusan.

” Perempuan yang berkarya adalah perempuan yang mampu menghasilkan kontribusi nyata, kreatif, berkelanjutan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Tema ini sangat relevan dengan kondisi dan tantangan yang kita hadapi saat ini. Di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi yang terus berkembang,”

“Perempuan dituntut untuk adaptif, tangguh, dan inovatif. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, pendidik, generasi, penjaga nilai budaya,” Ujar Ida penuh semangat.

ia Juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kata dia kepada seluruh perempuan, di Papua Barat Daya, perempuan hebat, baik yang berada di wilayah pesisir, pedalaman, maupun perkotaan, telah menunjukkan ketangguhan dan dedikasi luar biasa dalam menjalankan peran ganda, bahkan peran majemuk, di tengah berbagai keterbatasan.

” Perempuan pesisir yang menopang ekonomi keluarga, perempuan pelaku UMKM yang menggerakkan ekonomi lokal, perempuan pendidik yang mencerdaskan generasi, Perempuan tenaga kesehatan yang menjaga kehidupan, Serta perempuan birokrat dan aktivis sosial Yang mengabdikan diri bagi pelayanan publik Semuanya adalah wajah ketangguhan perempuan Papua Barat Daya.”

“BKOW sebagai wadah berhimpunnya berbagai organisasi wanita memiliki tanggung jawab strategis untuk memperkuat sinergi, kolaborasi,BKOW tidak hanya berfungsi sebagai forum koordinasi, tetapi sebagai ruang konsolidasi gagasan, penguatan kapasitas, serta penggerak aksi nyata pemberdayaan perempuan,” Tutur Ketua itu.

Ia mengatakan BKOW di provinsi baru ini, peran organisasi wanita menjadi sangat penting. Kita dituntut untuk turut serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Perempuan harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekedar objek kebijakan.

“salah satu fokus penting dalam peringatan Hari Ibu tahun 2025 adalah penguatan peran perempuan akar rumput, termasuk perempuan pesisir hingga pelosok desa, Hal ini mengingatkan kita bahwa pembangunan yang kuat harus bertumbuh pada pemberdayaan dari tingkat keluarga dan komunitas. Perempuan yang berdaya dan kuat memiliki keluarga yang tangguh dan masyarakat yang sejahtera.

melalui momentum ini saya mengajak seluruh organisasi wanita terus mendukung, mendorong program-program yang berorientasi pada perempuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan kesehatan, serta perlindungan perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” Katanya.

Ny. Ida menekankan isu perlindungan perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian dan kerja sama. Kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, psikis maupun ekonomi,
tidak hanya melukai individu, tetapi merusak Peradaban bangsa. Menurut dia untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan berkeadilan bagi perempuan

” BKOW Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga terkait dan masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan, peningkatan literasi hukum, serta penguatan jejaring perlindungan perempuan dan anak.

peringatan Hari Ibu bukan kegiatan seremonial semata, tetapi momentum Refleksi perjalanan panjang perjuangan perempuan Indonesia dan aksi nyata untuk melanjutkan perjuangan tersebut. dalam konteks kekinian. Setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi fondasi bagi masa depan perempuan
dan generasi yang akan datang,” Ucapnya

Ia mengatakan semangat, gotong royong, dan kolaborasi lintas sektor, perempuan Papua Barat Daya akan semakin berdaya dan berkarya. Perempuan yang percaya diri, mandiri, dan berintegritas akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang harmonis, serta daerah yang maju.

“saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan peringatan hari ibu ini. kebersamaan yang terbangun hari ini menjadi energi positif untuk mengabdi. jadikan hari ibu sebagai pengingat perempuan adalah kekuatan bangsa. Perempuan yang berdaya dan berkarya hari ini adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045,” Tutup sambutan.

Perayaan ini dihadiri gubernur papua Barat Daya Elisa kambu, didampingi Wakil Gubernur Papua Barat Ahmad Nausrau, organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda papua Barat Daya, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Se-papua Barat Daya, Ketua- Ketua gabungan organisasi wanita, dan tamu undangan lainnya. (Eskop Wisabla)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *