Paraparatv.id | Jayapura | Berdasarkan Permendagri No 13 Tahun 2024 tentang posyandu, organisasi ini tidak hanya memberikan pelayanan pada bidang kesehatan lebih dari itu dapat bergerak melayani bidang lainnya sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yakni pekerjaan umum, perumahan rakyat , ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat dan sosial.
Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura yang juga selaku Bunda PAUD, Nerlince Wamuar Rollo kepada awak media saat mengikuti kegiatan Wali Kota Jayapura Turun ke 14 Kampung, di Kampung Skouw Sae, Senin (19/5).
Nerlince mengatakan, Khusus untuk program program yang berkaitan dengan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yaitu bagaimana mensejahterahkan keluarga keluarga yang ada dikampung kampung.
“Enam tugas pokok posyandu yang ada keterkaitan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) contohnya sosial dengan dinas sosial, lalu ada rumah layak huni berarti dengan PUPR dan sebagainya,”ujarnya
Menurutnya, dengan bapak Wali Kota turun Kampung pihaknya bersama sama mendengar masukan dari masyarakat.
“Kita ikut serta sama sama dengar masukan dari masyarakat, kita bisa membuat program untuk lima tahun kedepan, apa yang akan kita kerjakan khususnya untuk berusaha mensejahterahkan keluarga dikampung kampung dan memperhatikan perkembangan anak,” Katanya
Nerlince menambahkan, Pendidikan anak usia dini atau pendidikan pranatal bisa dimulai sejak janin dalam kandungan, karena janin sudah mampu merasakan dan merespons stimulus dari luar.
“PKK juga perlu memberikan pemahaman sosialisasi kepada perempuan perempuan yang mempersiapkan untuk memasuki masa remaja, masa perkawinan bagaimana dia harus mengerti untuk mempersiapkan diri, merencanakan keluarga yang baik dengan jarak kehamilan atau melahirkan anak berapa banyak itu harus disiapkan sehingga isu angka stunting bisa di minimalisir dan juga bisa turun atau hilang itu yang menjadi harapan kita ikut turun bersama bapak Wali Kota untuk kembali dan membuat program. Karena seetelah kita dilantik kita baru saja pembekalan kapasitas, organisasi PKK programnya belum setelah kita dapat data kita kembali dan menyusun program,”terangnya.
Ditanya mengenai kerasan terhadap anak, baik secara fisik, seksual, maupun emosional, adalah permasalahan yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak.
Dengan Wali Kota turun kampung bisa mendapatkan data, masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya.
“Semoga dengan Wali Kota turkam kita ikut serta masyarakat juga bisa terbuka menyampaikan hal hal yang mereka alami tetapi kalau masyarakat tertutup bagaimana kita mau tau itu yang tadi kita usulkan agar menyebarkan kuesioner supaya masyarakat dengan leluasa menyampaikan keluhan dan aspirasinya,”ungkapnya
Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Papua, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM Menanggapi program Ketua PKK yang berkaitan dengan ibu dan anak ini harus di 10 kampung dan betul betul terlaksana dengan baik.
“Saya sebagai anggota dewan akan menyoroti memberikan saran dan pikiran untuk ibu ibu PKK, bicara PKK terutama dari dalam kandungan sampai anak lahir menempuh pendidikan dari PAUD, sd, smp sma ini penting sekali,” Kata Merauje
Sambungnya, berbicara masalah stunting bagaimana menangani stunting, kekurangan gizi dan juga soal pemberdayaan ekonomi kerakyatan UKM yang dilaksanakan oleh ibu ibu.
“Kami dari angota dewan provinsi melihat bagaimana program program PKK ibu ibu yang ada ditingkat kampung dan kota sehingga nanti program itu bisa dikolaborasi dengan yang ada diprovinsi dan pusat sehingga kita berharap kehadiran ibu PKK yang juga sebagai ibu Wali Kota bagaimana dia harus mensinergikan program program dari setiap OPD,”ujarnya
“Kedepan selama 5 tahun kepemimpinannya sebagai ibu Ketua PKK nanti kita singkronisasi semua kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan ibu dan anak sehingga yang kita inginkan lima tahun ini anak anak di port numbay, di kampung kampung sehat cerdas dan bisa mampu berkompetisi dalam segala hal,”terangnya
Ia menambahkan, dalam masalah Kekerasan dalam rumah tangga itu sangat komplek, kenapa sampai hari ini banyak terjadi kekerasan dalam rumah tangga.
“Kita lihat aspek sosial lingkungan ekonomi kekerasan dalam rumah tangga itu diakibatkan ada beberapa faktor termasuk faktor ekonomi, sosial, pendidikan lingkungan dsb yang mempengaruhi jiwa mental dari orang tua,” Ucapnya
Albert berharap dengan dirinya turun kampung bersama sama Ibu PKK pihaknya akan singkronisasi.
“Bagaimana melihat anak anak, sehingga kita akan mendorong perdasus supaya ada perlindungan terhadap ibu dan anak,” Tutupnya(VN)














