Example floating
Example floating
BERITAKABAR SENTANI

Valentine, Momen Cinta Kepada Tuhan, Alam Dan Sesama

152
×

Valentine, Momen Cinta Kepada Tuhan, Alam Dan Sesama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id ǀ Sentani ǀ Tanggal 14 Februari dikenal sebagai Hari Kasih sayang (Valentine Day) dimana oleh sebagian besar kita memaknai dengan kasih sayang kepada pasangan. Namun di momen Valentine kali ini, Polres Jayapura bersama Club Pecinta Alam (CPA) Hirosi mengajak kita memaknai valentine dengan mewujudkan cinta kepada Tuhan, alam dan sesama.

Melalui gerakan yang diberi tajuk Valentine, Hiking dan Penanaman Pohon, Polres Jayapura dan CPA Hirosi mengajak kita untuk mencintai alam sebagai karunia tuhan dan merawatnya untuk kebaikan semua manusia.
Gerakan ini melibatkan sejumlah unsur masyarakat dalam kegiatan hiking serta penanaman pohon yang berlangsung di Bukit Umang Kawasan Cagar Alam (KCA) Pegunungan Cycloop, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/2/2023).

Ikut terlibat diantaranya Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jayapura, TNI-Polri, Basarnas, Komunitas Pecinta Alam dan pelajar SMA/SMK serta masyarakat yang tergerak untuk wujudkan kasih sayang kepada Tuhan melalui kepedulian kepada alam.

Kegiatan dihadiri langsung Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, Ketua CPA Hirosi Marshall Suebu, Ketua Bhayangkari Cabang Jayapura Ny. Debby Maclarimboen, para tokoh adat, tokoh masyarakat, insan pers Kabupaten Jayapura serta para tamu undangan.

Hiking dilaksanakan dari Sekolah Alam CPA Hirosi dengan rute Bukit Umang, Kali Kemiri hingga kembali dan finish ke CPA Hirosi. Saat hiking, peserta diwajibkan membawa bibit pohon dan menanamnya di areal Bukit Umang sebagai Kawasan Penyangga Cagar Alam Cycloop.

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, saat diwawancarai di sela kegiatan penanaman pohon mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan momen Hari Valentine bersama komunitas pecinta alam untuk berkontribusi menjaga keseimbangan alam dan manusia.

“Tujuan ini tentunya akan berkelanjutan jadi kita manfaatkan momen saja, hari ini valentine, nanti di momen lain coba kita dorong untuk bisa sebagai manusia untuk bisa menjaga lingkungan, kemudian dalam rangka penanaman ini bagaimana kita menjaga kawasan penyangga Cagar Alam Cycloop, seperti kita ketahui bersama ada alih fungsi daripada Cagar Alam Cycloop, sehingga itu bisa berdampak kepada lingkungan, tentunya itu yang harus kita jaga,” ungkap Kapolres Fredrickus Maclarimboen, Selasa (14/2) pagi.

Dikatakan, pada kesempatan ini pihaknya menyiapkan 500 bibit pohon berbagai jenis, dan untuk momen lainnya nanti, polres berencana akan tetap melibatkan komunitas pecinta alam dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Harapannya, semua pihak bisa terlibat menjaga kesimbangan fungsi hutan peyangga ini.

“Mari kita jaga sama-sama Cagar Alam Cycloop, kita juga berharap suara dari pemilik hak ulayat untuk kita mengkampanyekan tidak ada penyalahgunaan atau alih fungsi hutan di Cagar Alam Cycloop itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua CPA Hirosi Marshall Suebu, mengatakan jarang sekali generasi milenial mengisi momen valentine dengan melakukan kegiatan mencintai alam, sehingga ia bersama Kapolres dan para tokoh merancang Hari kasih Sayang untuk diaplikasikan dalam bentuk mencintai alam.

“Jadi hari ini ada ratusan bibit pohon yang ditanam itu sebagai bentuk kasih sayang kita kepada alam, kita berharap kasih sayang itu kepada tuhan, sesama manusia dan alam. Tanaman yang kita tanam ini semoga bukan seremonial, tapi juga harus kita rawat bersama agar kemudian memberi manfaat untuk kita semua,” terangnya.

Di tempat yang sama Pemkab Jayapura melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Polres Jayapura dan CPA Hirosi memperingati Valentine Day dengan aksi penanaman pohon.
“Kiranya kegiatan hari ini bisa menjadi model dalam rangka pertisipasi dan edukasi kepada semua pihak untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan. Seperti diketahui dampak dari kerusakan lingkungan akibat ulah manusia itu sendiri bisa menimbulkan bencana alam,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, manfaat kegiatan seperti ini akan sangat dirasakan terutama di saat terjadinya perubahan iklim global, dimana peran penting hutan sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan iklim dan pemanasan global selain juga ketersediaan air tanah.

“Pemerintah daerah memberi apresiasi atas prakarsa kegiatan ini, semoga selanjutnya terus dilakukan untuk memberikan nilai edukasi kepada masyarakat dalam rangka membangun lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.” tutupnya. (RZR)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *