Paraparatv.id | Jayapura —Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave H.I. Muchaimin, resmi terpilih sebagai Ketua Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Jayapura periode 2026–2029 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah JCabang (Muscab) yang berlangsung di hotel Horison Kotaraja Kota Jayapura, Sabtu (24/10/2026).
Usai terpilih, Dave Muchaimin menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota HATHI Cabang Jayapura atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi profesi tersebut selama tiga tahun ke depan.
Sebagai langkah awal, Dave mengungkapkan pihaknya berupaya menggelar seminar hingga akhir 2026 untuk kembali mengaktifkan kegiatan HATHI Cabang Jayapura sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara para ahli teknik Sumber Daya Air(SDA) di Balai Wilayah Sungai (BWS)Papua.
Ia berharap HATHI dapat menjadi wadah bagi para engineer di bidang sumber daya air untuk meningkatkan kapasitas profesional, mengembangkan organisasi, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan Sumber Daya Air(SDA)
Menurut Dave, para ahli teknik hidraulik di Jayapura memiliki kemampuan dan potensi besar untuk menghasilkan karya berkualitas. Hal ini terlihat dari keterlibatan anggota HATHI Cabang Jayapura yang kerap mempresentasikan hasil pemikiran dan kajian teknis dalam berbagai seminar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Anggota HATHI memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya-karya terbaik. Karena itu, saya berharap seluruh anggota dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas diri masing-masing,” ujarnya.
Ke depan,ia berharap seluruh anggota semakin solid dan aktif berkontribusi melalui berbagai kegiatan profesional yang memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan di bidang sumber daya air.
Dave juga menaruh perhatian terhadap keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan HATHI Cabang Jayapura. Ia mendorong para engineer muda, khususnya di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Balai Wilayah Sungai Papua, untuk lebih aktif mengembangkan kemampuan melalui penulisan karya ilmiah (paper) dan penyelenggaraan seminar.
Menurutnya, pengembangan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci untuk memperkuat organisasi profesi. Dengan demikian, HATHI dapat berperan lebih optimal dalam mendorong peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di bidang sumber daya air.
Ia menilai organisasi profesi yang kuat akan mendukung lahirnya tenaga ahli yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan infrastruktur sumber daya air.
“Organisasi yang kuat akan menghasilkan engineer yang berkualitas. Dengan begitu, berbagai perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di bidang sumber daya air dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dave menjelaskan, anggota HATHI Cabang Jayapura saat ini sebagian besar merupakan tenaga ahli yang bertugas di Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua. Selain itu, terdapat anggota dari Universitas Cenderawasih (Uncen) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Karena itu, ia berharap perguruan tinggi dapat semakin berperan aktif dalam mendukung pengembangan HATHI Cabang Jayapura, baik melalui kontribusi akademik, penelitian, maupun kolaborasi dalam berbagai kegiatan keilmuan.
Kolaborasi antara praktisi dan akademisi diharapkan dapat memperkuat peran HATHI sebagai organisasi profesi sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang sumber daya air di Papua.
Ketua lama Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Jayapura Provinsi Papua periode 2022–2025, Nimbrot Rumaropen, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus atas kontribusi dan kerja bersama dalam menjalankan organisasi selama masa kepengurusan.
Nimbrot mengatakan, forum musyawarah menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.
Menurutnya, perjalanan organisasi tidak terlepas dari berbagai tantangan. Namun, kerja sama, komitmen, dan kontribusi para pengurus menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan HATHI Cabang Jayapura.
Ia mengakui, mengelola organisasi profesi di tengah kesibukan pekerjaan bukanlah hal mudah, terlebih dengan kondisi geografis Papua yang luas dan beragam.
Meski demikian, para pengurus tetap berupaya menjalankan kegiatan organisasi, mulai dari diskusi teknis hingga berbagai kontribusi untuk pengembangan profesi dan ilmu pengetahuan di bidang teknik hidraulik.
Nimbrot juga memberikan apresiasi atas partisipasi HATHI Cabang Jayapura dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATHI, mulai dari pelaksanaan PIT tahun 2022 di Mataram hingga PIT tahun 2026 di Yogyakarta.
Menurutnya, keikutsertaan delegasi dari Papua dalam forum ilmiah nasional tersebut menunjukkan komitmen organisasi dalam mengembangkan pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan sumber daya air.
Sejumlah anggota turut berpartisipasi sebagai penulis dan pemakalah dengan membawa hasil pemikiran serta pengalaman dari Papua untuk dibahas dalam forum ilmiah tingkat nasional.
Selain berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah, HATHI Cabang Jayapura juga memberikan dukungan material untuk membantu kegiatan pengurus pusat.
“Ini menjadi bukti bahwa meskipun berada jauh di ujung timur Indonesia, HATHI Cabang Jayapura tetap aktif, diperhitungkan, dan turut membesarkan organisasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Titip Empat Pesan untuk Kepengurusan Baru
Menjelang berakhirnya masa kepengurusan, Nimbrot menitipkan empat pesan kepada pengurus HATHI Cabang Jayapura yang akan terpilih untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.
Pertama, menjaga kekompakan. Ia menegaskan, organisasi yang kuat lahir dari pengurus yang saling mendukung dan bekerja sama dalam menjalankan tanggung jawab, bukan sekadar menunggu satu sama lain untuk bergerak.
Kedua, menjadikan HATHI sebagai wadah ilmu dan pengalaman.
Menurutnya, berbagai tantangan sumber daya air di Papua, seperti banjir, ketersediaan air baku, irigasi, hingga dampak perubahan iklim, membutuhkan pemikiran dan inovasi dari para ahli teknik hidraulik.
Ketiga, merangkul generasi muda. Nimbrot mendorong keterlibatan insinyur muda, mahasiswa teknik sipil, serta tenaga teknis di berbagai daerah agar proses regenerasi berjalan dengan baik dan keberadaan HATHI tetap berkelanjutan.
Keempat, memperkuat kolaborasi. Ia berharap kepengurusan baru dapat membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat Papua.
Nimbrot juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekurangan, keputusan yang kurang berkenan, maupun harapan yang belum dapat diwujudkan.
Ia berharap pengalaman selama masa kepengurusan dapat menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan peran HATHI dalam mendukung pengembangan sumber daya air di Papua.
“Harapan kami, HATHI harus selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Papua,” tutupnya.(Redaksi)















