Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITA

Pangdam Jadi Irup
Pelepasan Dan Penerimaan Satgas Kopasgat BKO Kodam XVII/Cenderawasih

×

Pangdam Jadi Irup<br>Pelepasan Dan Penerimaan Satgas Kopasgat BKO Kodam XVII/Cenderawasih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Sentani | Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa bertindak selaku Inspektur Upacara Pelepasan dan Penerimaan Satgas Kopasgat TNI-AU BKO Kodam XVII/Cenderawasih yang berlangsung di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (3/1) pagi.

Dalam arahannya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menekankan pentingnya kehadiran Personel Satuan Tugas Komando Pasukan Gerak Cepat (Satgas Kopasgat) TNI-Au dalam untuk mengamankan bandara sebagai pintu masuk jalur udara.

“Seperti kita ketahui di Papua masih sering terjadi gangguan keamanan yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan sarana prasarana infrastruktur lainnya. Hal ini sangat memprihatinkan kita semua karena sangat berdampak negatif stabilitas keamanan di Papua,” ungkap Pangdam Muhammad Saleh Mustafa.

Menyikapi hal tersebut, kata Pangdam, diharapkan Satgas Kopasgat yang akan melanjutkan tugas agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, selalu waspada, memahami tugas pokok dan mengaplikasikan semua materi latihan pratugas yang telah diterima.

“Selain itu pula saya berharap para Komandan melakukan upaya-upaya beradaptasi dengan wilayah tempat bertugas, guna menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan prosedur maupun pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut, Pangdam berharap, Satgas Kopasgat yang akan bertugas dapat melaksanakan tugas secara benar dan proporsional, sehingga dapat mencapai keberhasilan dalam melaksanan tugas.

“Pelihara dan jaga loyalitas dan solidaritas serta jiwa korsa, hal tersebut yang mendasari terciptanya kebersamaan dalam melaksanakan tugas,” pesan Pangdam.

Tidak lupa Pangdam mengingatkan, kita tidak bisa melaksanakan tugas sendiri, sehingga dibutuhkan kolaborasi dan integrasi bersama satuan tugas lain, masyarakat dan instansi pemerintah lainnya.

“Keberadaan Satgas Kopasgat sangat menentukan bagi keberlanjutan operasi penegakan hukum maupun operasi keamanan di Tanah Papua,” tegas pangdam.

Masih kata Pangdam, sarana tranportasi udara sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua khususnya yang berada di daerah pedalaman. Jika bandara aman, aktifitas transportasi udara juga dapat berlangsung dengan baik.

Pangdam juga menyampaikan terima kasih kepada Satgas yang telah selesai menjalankan tugas pengamanan dan akan kembali ke kesatuan masing-masing.

“Oleh karena itu prestasinya sudah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Untuk yang akan kembali, sampaikan salam untuk keluarga kalian. Keberhasilan seorang prajurit bukan saja ditentukan di medan tugas, tetapi juga di dalam keluarga, jadilah pemimpin keluarga yang bisa membawa keluarganya pada masa depan yang lebih baik,” kata Pangdam menutup amanatnya.

Selanjutnya 230 Personel Kopasgat yang telah diterima dari Yonko 468/Sarotama Biak, akan bertugas mengamankan 12 bandara yang tersebar di Wilayah Papua.

Selain memberi dukungan tugas pengamanan TNI-Polri khususnya di bandara, kehadiran Satgas Kopasgat TNI-AU juga dalam rangka mendukung kebutuhan masyarakat. (RZR)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *