Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BERITA

Ini ketegasan keluarga Jika Ada Penjemputan Paksa Lukas Enembe

96
×

Ini ketegasan keluarga Jika Ada Penjemputan Paksa Lukas Enembe

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Paraparatv.id | Jayapura | Gubernur Papua, Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK perihal kasus dugaan gratifikasi senilai Rp. 1 miliar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali memanggil Lukas Enembe, tetapi belum memenuhi panggilan tersebut lantaran kondisi kesehatannya yang kurang baik.

Keluarga Besar Gubernur Lukas Enembe menggelar konferensi pers di halaman kediaman pribadi, di Koya Tengah Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Jumat (30/9) siang.

Salah satu Dewan Adat Pegunungan Papua, Elvis Tabuni menyampaikan beberapa usulan dirinya mengatakan untuk KPK mohon dengan sangat bahwa Gubernur Papua, Lukas Enembe saat ini kondisinya sedang dalam keadaan sakit tolong izinkan dokter khusus dari keluarga untuk memeriksa.

“Apa bila KPK mau memeriksa Lukas Enembe silahkan datang ke Papua, karena kami keluarga besar tidak izinkan Lukas Enembe keluar papua”ucapnya.

“Gubernur Papua, Lukas Enembe sudah WTP 8 kali berturut turut menerima piagam penghargaan dari KPK dan Menteri Dalam Negeri, lali kenapa sekarang Lukas Enembe beberapa tahun disebut korupsi kenapa kalau korupsi diberikan penghargaan WTP 8 kali berturut turut” ujarnya.

Ia menambahkan Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua, Kepala Suku, Tokoh besar Papua ” mohon perlu ditinjau kembali dipertimbangkan kembali proses hukumnya dan jangan lakukan jemput paksa, kami tidak mau rakyat yang tidak tau apa apa menjadi korban”pungkasnya.

Perwakilan Keluarga, Ronal Kogoya mengatakan keluarga sudah sepakat bahwa Gubernur Lukas Enembe tidak akan dibawa keluar dari rumah pribadi Koya Timur, untuk berobat ke Jakarta. Bapak Lukas sudah sampaikan bahwa diskriminasi sudah dilakukan dari tahun 2017 sampai dengan hari ini.

“Kami atas nama bangsa Papua, tulang belulang sejak tahun 1960 sampai dengan hari ini, pemimpin kami dibunuh secara otomatis apabila berobat ke Jakarta pasti pulang terima jenazah oleh karena itu kami tidak akan bawa keluar bapak Lukas Enembe untuk berobat”jelasnya.

“Negara kami minta Lukas Enembe yang sudah memimpin di Papua selama 20 tahun pengabdian terhadap bangsa indonesia mustinya harus diberi penghargaan yang terbaik kami keluarga kecewa”ujarnya.

Dirinya menambahkan apabila pemaksaan penjemputan Lukas Enembe terjadi maka rakyat Papua sudah sepakat kami akan memisahkan diri dari NKRI.(SIL)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *