Terima Persaudaraan, Wali Kota Hadiri Penthabisan Gedung Kebaktian GMIT Samaria Noelbaki Klasis Kupang Tengah

Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM (dua dari Kiri) bersama Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sesi acara peremian Gedung kebaktian GMIT Samarian Klasis Kupang Tengah, Minggu (8/5)
banner 468x60

Paraparatv.id | Kupang | Satu penghargaan bagi Wali Kota Jayapura, Provinsi Papua, Benhur Tomi Mano dan istrinya, Kristhina R Luluporo Mano, dimana telah memenuhi undangan penthabisan dan peresmian gedung kebaktian GMIT Samaria Noelbaki, Klasis Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/5/2022).

Gedung kebaktian tersebut ditabiskan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Mery L. Y Kolimon. Sementara peresmian dilakukan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat, ditandai dengan penekanan sirine pembukaan selubung papan nama dan penandatanganan prasasti.

Selanjutnya pemotongan pita gedung kebaktian tersebut diberikan penghormatan kepada anggota DPR Papua, Kristhina, R, Luluporo Mano yang nota bene adalah perempuan Noelbakti asal Sabu NTT.
Ibadah minggu pagi sebagai rangkaian prosesi penthabisan dan peresmian. Dalam ibadah itu Wali Kota Benhur Tomi Mano dan persekutuan kaum bapa (PKB) GKI Pniel kotaraja Kota Jayapura turut membawahkan puji – pujian.

Sebelum peresmian gedung Gereja baru, alat-alat sakramen dipindahkan dari Gereja lama, dan jemaat diarahkan ke Gereja baru. Tepoat 9 tahun 7 bulan jemaat di satukan dan kini menempati Gereja baru.
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Manno, mengawali sambutan, menghaturkan terima kasih kepada Pendeta dan seluruh jemaat GMIT Samaria atas penerimaan sukacita bagi rombongan dari Papua.

Baca Juga:

Bandara Sentani Mulai Ramai Arus Balik Penumpang

2 Mantan Atlit Karate PON Papua Hibahkan Peralatan Olahraga Ke Dojo KKI Uncen

“Terima kasih kami telah diterima dalam semangat persaudaraan, dan lebih dari itu, menyampaikan terima kasih dan syukur kepada Tuhan karena di jemaat ini, kami diperkenankan dan diberi kesempatan dari Tuhan untuk memberi diri ikut mempersembahkan yang terbaik bagi pembangunan rumah ibadah GMIT Samaria Noelbaki”, ungkap Wali Kota Jayapura.

Tomi Mano mengatakan, biji mata Allah ada di tempat ini, maka jemaat akan diberkati, dan Firman menjadi tumbuh dan Gereja ini semakin maju dalam negeri dan tanah ini,” ujarnya.

Sementara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan mengapresiasi kerjasama lintas agama yang terjalin akrab penuh persaudaraan di Jemaat GMIT Samaria.

“Hal ini, tentunya menjadi tolok ukur pengembangan kerukunan di NTT, agar semakin lestari dan kokoh sebagai Nusa Terindah Toleransinya,” ujar Viktor.

Dikatakan, inilah yang perlu menjadi contoh yang baik bagi seluruh jemaat GMIT. Jemaat ini telah menunjukkan teladan luar biasa.

Yang unik kata Viktor, ikut berpartisipasi umat Muslim dan Katholik. Saya sangat senang bisa berada di jemaat ini, kita sebenarnya harus sadar bahwa kerukunan itu harus dimulai dari hal-hal sederhana seperti ini.

“Apa yang kita lihat dan rasakan pada hari ini, memberi makna yang besar, bahwa kita sungguh-sungguh sedang membangun NTT,” jelas Viktor.

Sinergitas harmonis seperti ini yang kita perlu, dan menjadi salah satu modal utama dalam membangun NTT, agar NTT bisa cepat keluar dari berbagai belenggu kemiskinan,” sambung Viktor.

Ditempat yang sama, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Mery L. Y Kolimon menyampaikan selamat kepada jemaat GMIT, yang sementara merayakan Bulan Budaya di sepanjang bulan Mei 2022.

“Jemaat diajarkan dan diingatkan terus bahwa dengan budaya, setiap jemaat dapat menikmati kesetiaan dan kebesaran kasih Tuhan yang memulihkan kehidupan manusia,” kata Mery.

Yang utama dalam perayaan bulan budaya, bukan berhenti pada aspek penampilannya saja, atau lagu daerahnya saja, tetapi resapilah dan hidupilah nilai-nilai kebajikan, keluhuran, perjuangan dan kebangkitan dari keterpurukan.

Lanjut Pendeta Merry megajak kita semua untuk mendoakan Papua menjadi tanah damai, Berkeadilan, tanah yang dipulihkan dari konflik dan kekerasan.

“GMIT dan GPI Papua punya beban yang sama, yaitu membebaskan NTT dan Papua dari kemiskinan,” pungkasnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua Panitia Pembangunan, Penatua Petrus Ludji Dima, mengatakan bahwa setelah melalui pergumulan panjang 6 tahun tahun 7 bulan, akhirnya gedung baru Jemaat GMKIT Samaria dapat terselesikan dengan baik. (Redaksi)

banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.