Pentingkah Pemekaran Papua Saat Ini?

Ilustrasi Peta Pemekaran Papua, bagian 1. (ITH)
banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua dan Papua Barat menjadi sulit, dikarenakan situasi konflik yang masih terjadi di Bumi Cenderawasih Papua. Meskipun pemerintah telah membuat Undang-undang Nomor 2 tahun 2021 sebagai pengganti Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua. bagian 1

Ada beberapa aspirasi pemekaran di Papua dan Papua Barat, antara lain Provinsi Papua Tabi Saireri, Provinsi Pegunungan Tengah, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Barat, serta Provinsi Papua Barat Daya.

Menurut Dosen Pasca Sarjana Universitas Cenderawasih (Uncen) Bidang Keilmuan Politik Anggaran dan Konsultan Partai Politik dan Pemilu, Rafael Kapura dalam teori politik anggaran negara bahwa pemekaran di Indonesia pada era COVID-19 seperti menjahit luka busuk.

“Sehingga hanya akan menyebarkan bau busuk serta dapat memperburuk penderita dalam membangun eksistensinya,” kata Rafael saat bincang-bincang terkait pemekaran Papua bersama paraparatv.id, Rabu (9/2/2022).

Dalam kondisi itu, menurut Rafael, penderita tak dijamin membaik kondisinya tetapi malah akan semakin buruk hingga kemungkinan dapat mempercepat kematiannya. Dikatakannya, analogi ini mengambarkan kondisi riil setiap daerah yang hendak dimekarkan.

“Karena secara politik anggaran Orang Asli Papua (OAP) sedang mengalami keterasingan untuk menjadi pemilik anggaran Negara,” ujarnya.

OAP ini, kata Rafael, dalam posisi perbudakan karena tak memiliki alat produksi,  ditambah lemah dalam skil teknologi tinggi, tak mendapatkan pembagian hasil pengelolaan alam sesuai haknya dan hidup dalam stigma pemberontak. Sehingga hal tersebut menjadi unsur-unsur lemahnya politik anggaran negara bagi mereka. (ITH) bersambung ke bagian 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *