Paraparatv.id | Waropen | Memasuki momentum 1 Mei 2026, Tokoh Pemuda Adat Waropen, Kaleb Woisiri, yang juga anggota DPRK Waropen dan Ketua Pansus Pemekaran DOB Ghondumi Sisare, menggelar dialog terbuka serta silaturahmi bersama masyarakat di kediamannya, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan makan bersama, layanan pemeriksaan kesehatan gratis (cek tensi), serta pembagian bingkisan untuk warga. Acara ini menjadi wadah refleksi sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah dua peristiwa besar, yaitu Hari Integrasi Papua dan HUT ke-23 Kabupaten Waropen.
Dalam kesempatannya, Kaleb Woisiri mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, agama, pemuda, hingga perempuan, untuk menghormati tanggal 1 Mei sebagai Hari Integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menekankan semangat Kaniba Raruko atau “Kita Bersatu Kita Kuat” untuk mendukung kebijakan pembangunan nasional maupun daerah, serta memperkuat langkah strategis dalam upaya pemekaran Waropen Timur menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Ghondumi Sisare.
Sejarah Integrasi Papua
Kaleb mengingatkan kembali catatan sejarah bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah momen bersejarah ketika UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority) secara resmi menyerahkan wilayah Papua Barat kepada Pemerintah Indonesia, sebagai tindak lanjut dari Perjanjian New York.
“Peringatan ini bukan sekadar sejarah, tetapi momentum strategis untuk meneguhkan arah perjalanan Papua dalam bingkai persatuan nasional. Integrasi Papua adalah bagian dari proses panjang nation-building yang harus terus dirawat dengan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi tidak hanya soal hukum dan sejarah, tetapi juga upaya membangun kesatuan dalam keberagaman. Kehadiran negara melalui infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan kapasitas masyarakat menjadi bukti nyata bahwa integrasi berjalan konstruktif.
Refleksi 23 Tahun Kabupaten Waropen
Momen ini juga menjadi refleksi mendalam mengapa Hari Jadi Kabupaten Waropen ditetapkan pada tanggal 1 Mei 2003. Tanggal tersebut dipilih sebagai penghormatan terhadap jasa para Founding Father Waropen yang merupakan putra-putri terbaik Negeri Seribu Bakau yang berjuang dalam peristiwa kebangsaan sejak era 1960-an hingga 1990-an.
“Sudahkah generasi muda melanjutkan harapan kebangsaan? Bagaimana peran intelektual mewujudkan pembangunan yang berkualitas?” tanya Kaleb sebagai bahan renungan bersama.
Optimisme Pembangunan di Bawah Kepemimpinan Bupati FX Mote
Kaleb Woisiri juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Waropen di bawah kepemimpinan Bupati Fransiscus Xaverius Mote. Komitmen pemerintah untuk memperkecil kesenjangan antarwilayah terus didorong melalui berbagai program strategis.
Beberapa fokus utama meliputi:
- Percepatan program konektivitas menuju daerah terpencil.
- Peningkatan kualitas pendidikan melalui program afirmasi.
- Pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih memadai.
- Penyelesaian dokumen RTRW.
- Konsentrasi pembangunan di wilayah persiapan Pemekaran DOB Ghondumi Sisare.
“Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat rasa keadilan sosial yang menjadi fondasi integrasi yang kokoh,” pungkasnya.



















