Pengendalian Covid19 dan Vaksinasi Strategi Pemulihan Ekonomi

banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Pengendalian Covid19 dan percepatan program vaksinasi di seluruh tanah air merupakan strategi pemulihan ekonomi nasional. Dua hal mendasar tersebut juga berpengaruh besar pada sisi produksi dan permintaan secara bersamaan.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pandemi Covid-19 memukul ekonomi nasional dari sisi permintaan dan produksi.

Menurut Sri Mulyani, pandemi Covid19 memukul segala lini perekonomian nasional bahkan dunia.

“dari sisi produksi seperti sektor manufaktur, sektor perdagangan, sektor pariwisata, dan sektor-sektor lainnya, jadi dari sisi produksi terpukul.” Jelasnya kepada awak media usai meresmikan Gedung Keuangan Negara Jayapura, Jumat, (26/11/2021).

“Dari sisi permintaan, konsumsi juga terpukul, sehingga permintaan itu merosot juga.” Tambahnya.

Strategi pemulihan ekonomi, pertama, Covid-19 harus dikendalikan, dikatakan Sri Mulyani, meskipun saat ini telah berada di situasi kasus yang terbilang untuk jumlah penyintas Covid-19 rendah.

“Covid-19 ini belum hilang, masih bisa mutasi, masih bisa menimbulkan gelombang ketiga, keempat. Seperti yang terjadi di Amerika dan Eropa itu sekarang gelombang keempat.” Ujar Sri Mulyani mengingatkan pentingnya mentaati protokol kesehatan dan program vaksinasi massal.

Sri Mulyani mengurai cara memulihkan produksi domestik dan permintaan dapat bergerak bersamaan, tidak dapat dilihat terpisah satu dan lainnya agar juga mengamankan rantai pasok nasional.

“Kalau untuk konsumsi, terutama masyarakat yang pendapatannya kecil, pemerintah memberikan bantuan, makanya bansos (bantuan sosial) meningkat sangat tajam.” Ujarnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk sisi permintaan dapat pulih dan daya beli masyarakat dapat terkendali.

Sementara, sisi produksi, Sri Mulyani mengatakan pemerintah pun tak lepas tangan, namun memberikan berbagai dukungan agar roda perekonomian dari sisi produksi dan permintaan dapat bergerak selaras.

“perusahaan-perusahaan yang kesulitan cash flow-nya (arus kas) atau pendapatannya menurun, mereka kemudian diberikan insentif perpajakan supaya nggak ada beban, dan mereka diberi insentif pinjamannya dalam hal ini ditund
a dan diberikan subsidi, itu yang terutama UMKM dan korporasi, dan juga bahkan artian perbankan mau meminjamkan uang sehingga bisnisnya (perusahaan) jalan lagi, pinjamannya itu dijamin oleh pemerintah.” Jelasnya (SA/sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *