Hanya Dibuka Untuk 1000 Orang Penonton Pembukaan Peparnas XVI

banner 120x600

Paraparatv.id | Jayapura | Pada pembukaan Peparnas XVI Papua 2021, pihak panitia memberi kesempatan kepada 1000 penonton masyarakat umum untuk menyaksikan secara langsung di Lapangan Mandala Kota Jayapura, Jumat (5/11/21) malam.


Toton Hutomi selaku Event Organizer (EO) pembukaan dan penutupan Peparnas mengungkapkan, bahwa pendaftaran penonton sudah dilakukan sejak 1 November 2021 secara online.


Dikatakan, antusiasme masyarakat sangat tinggi, sehingga baru dua jam dibuka, sudah langsung habis.


“Sudah dilakukan pendaftaran secara online, dan kuotanya hanya dalam dua jam sudah sold out (habis terjual),” ungkapnya kepada awak media ini di Jayapura, Selasa (2/11/21).


Dikatakan, hal itu menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat untuk turut menyaksikan sejarah baru dari perhelatan Peparnas XVI.


Kuota yang diberikan, kata Toton yang merupakan CEO PT QuantumConvex International, untuk kuota umum ada 1000 orang. Soal mekanisme pendaftaran penonton, setelah mendaftar secara online, akan mendapat konfirmasi sebagai pihak yang beruntung untuk menonton langsung.


Konfirmasi secara online tersebut kemudian ditukarkan dengan gelang pada tanggal 2-4 November 2021 di Kantor Otonom Provinsi Papua, Kotaraja sesuai nomor pendaftaran.


“Jagi dibagi tiga hari, dan hari ini hari pertama penukaran, berdasarkan laporan berjalan sangat lancar,” ungkapnya.


Dengan pengaturan yang dilakukan, sehingga saat penukaran tidak ada kerumunan dan tidak ada penumpukan orang.
“Berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi, kita melakukan antisipasi agar proses semua ini berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali,” jelasnya.


Setelah memperoleh gelang berhologram, penonton akan datang di Mandala mulai pukul 11.00 WIT.
Panitia pun nantinya akan menyediakan konsumsi, agar bisa menikmati sajian maupun penampilan-penampilan pada pembukaan Peparnas XVI dengan baik.


“Tiket, konsumsi dan keperluan dalam penerapan protokol kesehatan semua tidak dipungut biaya,” pungkasnya.


Ia pun berharap, Peparnas XVI yang merupakan barometer digelarnya iven nasional dimasa pandemi bisa berjalan tertib, aman, dan nyaman. Panitia juga sudah mengantisipasi agar tidak ada penonton illegal, atau tidak terdata melalui sistem yang disediakan.


Dalam hal ini, selain selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan yang akan melakukan penjagaan di pintu-pintu masuj, juga di gelang tersebut akan diberi hologram sehingga tidak dapat dipalsukan.(nr/redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *