BTM Minta Jemaat kembangkan Pelayanan untuk pertumbuhan Iman kepada Tuhan

0
29
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, M.M beribadah di klasis GKI Waibu Moi, Kabupaten Jayapura dalam rangka perayaan HUT ke 65 GKI di Tanah Papua dan sekaligus meresmikan kantor klasis GKI Waibu Moi. Selasa, (26/10) foto (humas Kota Jayapura)

Paraparatv.id | Jayapura | Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, M.M beribadah di klasis GKI Waibu Moi, Kabupaten Jayapura dalam rangka perayaan HUT ke 65 GKI di Tanah Papua dan sekaligus meresmikan kantor klasis GKI Waibu Moi. Selasa, (26/10)

Wakil ketua Jemaat GKI Pniel Kotaraja ini menyampaikan jemaat GKI di Tanah Papua terus melakukan pelayanan  dan pertumbuhan iman kepada Tuhan.

“Kita terus mengembangkan pelayanan di seluruh klasis klasis dan untuk pertumbuhan iman pada Tuhan.” Kata Benhur Tomi Mano, di Jemaat GKI Klasis Waibu Moi.

BTM mengatakan bangga menjadi jemaat GKI, untuk itu Ia berharap bahwa jemaat harus tetap bersatu baik jemaat di Papua dan juga jemaat di Papua Barat, serta saling membantu mengembangkan perekonomian jemaat.

“Kita juga harus mengembangkan ekonomi di jemaat dan juga mendorong perkembangan-perkembangan umat dalam beribadah, dan kita tetap bersatu karena saya sebagai anak GKI saya bangga dengan GKI karena kita mesti satu, satu untuk dua yaitu Papua dan Papua Barat ini sangat luar biasa,”

“dan kita terus dituntun oleh roh kudus untuk terus melayani Tuhan di atas tanah Papua, dan kita tetap menjaga perahu GKI ini tetap utuh sampai Tuhan datang yang ke dua kali.” tutup Benhur Tomi Mano.

Perayaan HUT ke 65 GKI di Tanah Papua menjadi komitmen bersama membawa kabar sukacita, keadilan, kedamaian, menjadi perpanjangan tangan dari Tuhan untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah itu wujud dan nyata di tengah kehidupan berjemaat.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Willem Itaar berharap kepada semua jemaat GKI di Tanah Papua yang saat ini mengemban tanggungjawab harus melakukan pekerjaan pelayanan secara terukur dan kepastian ukuran tersebut harus berbasis data base warga gereja.

“Masih banyak warga jemaat kita yang belum terdata, masih banyak wilayah, klasis, dan jemaat-jemaat yang belum peduli untuk melaksanakan pendataan,” ungkap Pdt. Itaar.

Pdt. Itaar mengatakan bahwa pekerjaan pelayanan ini bila tidak berbasis data adalah hal yang sia-sia, “seorang pelayan jemaat, ketua jemaat dan majelis jemaat tidak memiliki basis data untuk pelayanan, bagi saya omong kosong untuk sebuah pelayanan yang maksimal. oleh sebab itu data ini sangat penting.”

Jelang sidang XVIII Sinode GKI di Tanah Papua tahun 2022 di Waropen, diharapkan Pdt. Itaar, data base jemaat sudah harus lengkap saat dilaporkan dalam sidang tersebut, “pada seluruh pimpinan klasis yang hadir di sini, saudara-saudara kembali dan pastikan untuk menyelesaikan data ini, dan kita pastikan laporkan pada sidang XVIII Sinode GKI di Tanah Papua, di Waropen tahun 2022 database GKI secara lengkap.” pesan Pdt. Willem Itaar. (*/redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here