Kuota Lebih Untuk Anak Papua di STIP Jakarta

0
134
Para Tokoh Pemuda Papua saat bertemu Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Jumat (6/8) (Foto: Istimewa)

Paraparatv.id | Jayapura | Para Tokoh Pemuda Papua beri apresiasi atas kebijakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Kebijakan itu ialah pemberian kouta lebih kepada anak asli Papua yang hendak melebarkan jenjang pendidikan mereka pada Kampus STIP Jakarta.

Pertemuan dengan agenda audiensi yang melibatkan tokoh pemuda Papua berlatar belakang akademisi pada beberapa universitas ternama bersama Bapak Amiruddin, M.M, Ketua STIP Jakarta.

Habelino Sawaki, salah seorang alumni Universitas Pertahanan asal Papua ini sangat mengapresiasi kebijakan Ketua STIP Jakarta, menurutnya kebijakan itu merupakan bentuk kongkrit dari aspek membangun negara.

“Sebagai Anak Papua dan Alumni Unhan saya sangat mengapresiasi kesediaan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang bersedia meluangkan waktu untuk menerima kami beraudience. Dalam audience tersebut kami minta supaya beliau dapat mengambil kebijakan untuk memberikan kuota bagi anak asli Papua.”

“Dalam perspektif kami sebagai alumni Unhan, ini bentuk konkrit dari aspek membangun pertahanan negara. Yakni menunjukan bahwa negara hadir melalui kebijakan ketua STIP Jakarta.” Ungkap Habelino melalui pesan singkatnya kepada Paraparatv.id, Jumat, (6/9).

Habelino berujar bahwa dengan kebijakan kouta lebih kepada anak muda asli Papua yang hendak melanjutkan studi mereka ke Kampus STIP Jakarta mampu menyelesaikan studi mereka secara baik dan bertanggung jawab. Selain itu, dapat juga bergabung sebagai tenaga pengajar pada almamater mereka yakni Kampus STIP Jakarta.

“Kami berterima kasih karena beliau langsung merespon dengan siap memberikan kuota lebih untuk anak Papua yang hendak studi di STIP Jakarta. Bahkan beliau berharap anak Papua yang memiliki kompetensi dapat bergabung sebagai tenaga Pengajar di kampus STIP Jakarta. Beliau berharap melalui tenaga pengajar asal Papua dapat membangun kesan positif kepada semua orang, bahwa anak Papua pun bisa jika diberikan kesempatan.” Ujar Pria yang telah menyandang gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum, Universitas Cenderawasih.

Kebijakan yang diambil oleh Ketua STIP Jakarta tersebut mendapatkan kesan positif tersendiri di mata para Kaum Intelektual Muda asal Tanah Papua, dalam kesempatan itu pula Habelino menyampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan atas kebijakan Bapak Amiruddin, M.M, Ketua STIP Jakarta.

“Walaupun kami datang hanya sebagai anak muda yang ingin bertukar pikiran dan bisa berkontribusi terhadap Papua, namun penerimaan Bapak Amiruddin lebih dari ekspektasi kami.”

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Perhubungan yang telah menempatkan orang seperti beliau yang melihat dari sabang sampai merauke dengan kesetaraan. Seperti inilah selayaknya negara ini dikelola. Yakni dengan leadership yang problem solver.”

“Kebijakan beliau adalah langkah nyata dari resolusi konflik Papua. Hanya dengan pendidikanlah orang Papua dapat menjadi setara dengan saudaranya yang lain di Nusantara.” Pungkas Habelino Sawaki.

Kaum intelektual muda atau akademisi asal Papua yang berkesempatan melakukan audiensi bersama Ketua STIP Jakarta, diantaranya yakni; Dr. Laus Rumayom, M.SC, Akademisi Universitas Cenderawasih dan juga sebagai Tenaga Ahli Madya Kedeputian V, Kantor Staf Presiden adalah Alumni Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Indonesia.

Willem Thobias Fofid, S.SiT., M.Pi, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkatan Laut dan Usaha Kepelabuhanan, KSOP kelas II Jayapura adalah lulusan Pendidikan Kedinasan Pelayaran BPSDM Perhubungan dan Strata kedua nya pada Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, Prodi Manajemen Sumber Daya Pantai dan Perairan pada Konsentrasi Kemaritiman 2016 UNDIP Semarang.

Ariella Yoteni, S.IP, Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Indonesia dan juga Tokoh Muda Papua. Alumni Hubungan Internasional dan Clingendael Institute Netherland.

Habelino Sawaki, SH., MSi (HAN) alumni Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih dan Alumni Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan).

Jhon Mandosir M.Kes, Pembantu Dekan III, Fakultas Penjaskes, Universitas Cenderawasih.

Turut hadir juga Akademisi dan Sekjen Generasi Bahari Nusantara Capt. Ir.Chandra M Saputra, M.MTr, M.Mar, yang sangat mengapresiasi Program STIP Jakarta untuk merekrut Putra Putri Asli Papua dalam Program Diklat Pembentukan untuk Taruna/Taruni dan Diklat Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka memajukan pengelolaan Maritim yang mandiri berbasis kearifan lokal. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here