Pelaksanaan Pilkada Boven Digoel Dinilai tidak Relevan

0
59
Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay. Foto: Dian Mustikawati

Paraparatv.id | Kota Jayapura | Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengatakan penetapan tanggal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Boven Digoel oleh Gubernur Papua yang dilaksanakan pada, 21 Desember 2020 dinilai tidak memungkinkan.

Dikutip dari koranpapua.com, Menurut Kossay, hingga kini pihaknya (KPU Papua) belum mendapat informasi terkait penetapan tanggal Pilkada Boven Digoel Tersebut.

“Saya sendiri belum dapat infomrasinya, tapi ada informasi seperti itu. Kami sudah menyurat ke Gubernur Papua mengenai tanggal pemungutan suara tersebut, dan tinggal beliau memberikan surat kepada kami (KPU) terkait surat yang kami ajukan tersebut,” kata Kossay melalui sambungan telepon selularnya, Kamis, 17 Desember 2020.

Kata Kossay, pihaknya mengajukan kepada Gubernur Papua terkait dengan pelaksanaan Pilkada Boven Digoel adalah 28 Desember 2020. Pemilihan tanggal tersebut karena proses pencetakan logistic dan distribusi ke distrik-distrik membutuhkan waktu.

“Pengajuan yang kami berikan kepada Gubernur itu tanggal 28 Desember 2020. Pemilihan tanggal tersebut karena kami mempertimbangkan logistik. Logistik ini kan ada beberapa jenis logistik yang belum dicetak, misalnya surat suara, surat KWK, hologram, DPC, C hasil lampiran,” ujarnya.

Untuk itu, kata Kossay, pihaknya sangat sanksi apabila mengikuti intruksi dari Gubernur Papua terkait dengan pelaksanaan Pilkada Boven Digoel pada 21 Desember 2020.

“Ada beberapa logistic yang baru tiba di Jayapura tadi, Nah, setelah tiba di Jayapura, kami akan melakukan sortir dan verifikasi dengan dokumen-dokumen yang sudah ada terlebih dahulu. Kami harus memisahkan ke setiap TPS, kemudian apakah ada yang rusak atau tidak, kami harus memastikannya. Selain itu, pelipatan surat suara, kemudian pengepakan (dimasukkan dalam dos), dan ini semua butuh waktu,” katanya.

Kemudian, kata Kossay, pihaknya belum melakukan Bimtek dan Simulasi terhadap beberapa distrik di kabupaten tersebut.

“Dari 20 distrik yang ada, baru 17 distrik yang sudah dilakukan Bimtek dan simulasi, sedangkan sisanya belum. Semua ini butuh waktu. Selain itu, menghargai perayaan Natal bagi umat Kristiani. Kalau dibilang tanggal 21 Desember 2020, maka persiapannya hanya tinggal tiga hari, dan untuk tiga hari persiapan saya tidak akan bisa,” ujarnya.

Dikatakan, proses pendistribusian logistik ke distrik-distrik di Boven Digoel harus dilalui melalui darat, udara, maupun sungai.

“Sangat butuh waktu kurang lebih hingga lima hari proses pendistibusian logistik tersebut. Kadang, cuaca tidak familiar untuk proses ini. Ini yang menjadi pertimbangan kami,” katanya. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here