Korban Kebakaran Kompleks Ex Pasar Lama Abe Keluhkan Sampah Bangunan

0
57
Nampak salah seorang warga korban kebakaran Dg. Badu saat membersihkan sampah puing kebakaran di rumahnya yang hangus di lahap si jago merah pada Jumat (18/12/2020) malam lalu

Paraparatv.id |Kota Jayapura | Warga Korban kebakaran di Kompleks Ex Pasar Lama Abepura, RT 03 RW 03, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Kota Jayapura, mengeluhkan sampah puing kebakaran yang menumpuk.

Menurut Rusdiansyah Adi, 34 tahun, warga RT 03 RW 03, sampah yang menumpuk itu sangat mengganggu aktivitas warga.

“Soalnya sampah itu ada di tengah jalan,” katanya saat ditemui Selasa (22/12/2020) di lokasi kebakaran di Kompleks Ex Pasar Lama Abepura, RT 03 RW 03, Kelurahan Yobe, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Menurut pria yang akrab disapa Rudi ini, sampah bangunan sisa kebakaran pekan lalu atau tepatnya lima hari lalu itu diletakkan di jalan depan lokasi kebakaran. Seharusnya, puing-puing bangunan itu diangkut truk.

“Ya seharusnya sampah puing kebakaran sudah diangkut pasca terjadinya musibah kebakaran,” katanya.

Rudi sendiri mengeluh aktivitas warga terganggu karena sampah puing kebakaran itu sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap dan juga tidak bisa dilalui kendaraan. Bahkan, sepeda motor juga tidak bisa lewat dengan bebasnya karena terhalang tumpukan sampah.

“Warga sudah pinggirkan sampah puing kebakaran itu agak ke pinggir jalan agar bisa dilalui kendaraan. Kemudian warga mau membersihkan namun terkendala dengan peralatan dan juga tidak adanya armada untuk mengangkut sampah puing kebakaran tersebut,” kata dia.

Adapun menurut Dg. Badu, keberadaan sampah bekas kebakaran sangat berbahaya. Soalnya, banyak paku-paku yang menganga. Dia khawatir tumpukan sampah itu bakal melukai anak-anak yang berada di sekitar lokasi kebakaran itu.

“Apalagi pakunya itu sudah berkarat dan tidak terlihat, jadi bahaya kalau tidak hati-hati,” ujarnya.

Dg. Badu pun berharap agar pemerintah bisa segera mengangkut tumpukan sampah itu. “Biar anak-anak tidak bahaya kalau lagi main. Soalnya orang besar (dewasa) saja juga susah melihat pakunya,” ujar dia.

Pantauan wartawan media online ini, sampah sisa kebakaran itu tampak memenuhi jalan depan lokasi kebakaran. Sampah berupa kayu, seng dan material rumah lainnya itu juga menimbulkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar. Akses warga di jalan itu juga sangat terbatas dan mengharuskan warga antre untuk melewati jalan itu.

Praktis kendaraan bermotor yang ingin melewati jalan itu harus berhati-hati. Pemilik kendaraan bermotor harus melewati jalan di samping atau depan rumah yang aksesnya sangat sempit.

Kepala Kelurahan Yobe, Agustinus Jitmau, S.IP, mengakui keterbatasan dalam mengangkut sampah tersebut. Kemudian pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan pemerintah ditingkat atas.

“Artinya, itukan memang kita sudah lakukan koordinasi, hanya saja armada yang belum masuk itu. Tapi, hari ini kami akan koordinasikan kembali lagi. Karena itukan kita pakai armada besar, jadi kan tidak bisa kita angkut dengan armada yang kami punya di kelurahan itukan hanya ada motor sampah saja, yang tidak bisa angkat sampah dan material rumah yang berukuran besar,” ujarnya ketika dihubungi wartawan media online ini via telepon seluler, Selasa (22/12/2020).

“Jadi nanti saya coba sebentar koordinasi lagi kembali dengan pa kadistrik maupun instansi terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup. Supaya kita bisa dibantu untuk angkut sampah puing kebakaran tersebut,” tukas Agustinus Jitmau. (Nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here