Ketersediaan Stok dan Harga Bahan Pokok di Kabupaten Jayapura Aman Jelang Natal dan Tahun Baru 2021

0
109
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Jayapura, Yos Levie Yoku, S.Pt, M.Si

Paraparatv.id | Sentani | Ketersedian Stok Bahan Pokok ( Bapok) Jelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021,  di Kabupaten Jayapura aman dan terkendali.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Jayapura, Yos Levie Yoku, S.pt, M.Si, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 16 Desembe 2020.

Yos Levie Yoku mengatakan, untuk memastikan Bapok benar-benar stabil pihaknya telah turun ke pasar di Kota Sentani dan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bersama untuk mengecek ketersediaan dan harga kebutuhan pokok dalam rangka antisipasi dalam hari besar keagamaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Kelihatannya masih mencukupi sampai dengan kondisi sekarang ini. Tiga hari lalu saya ke pasar, sesuai dengan pantauan saya seperti itu dan harganya juga tidak terlalu melonjak. Tapi, ini kan baru tanggal 16 Desember, nanti kita harus ada monitoring lagi secara rutin ke pasar untuk ketersediaan dan kenaikan harga-harga bahan pokok tersebut,” katanya.

Sementara itu, untuk ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Jayapura juga masih aman, hal ini tergambar saat tim juga melakukan sidak di pasar maupun di gudang penyimpanan Sembako yang ada di Kota Sentani.

“Sidak sedang berjalan dari kemarin, untuk memastikan ketersediaan bahan pokok. Apalagi sidak untuk barang-barang kadaluarsa juga sudah berjalan dari kemarin dan hari ini tim kita juga ada bergabung dengan DPRD, karena anggota dewan minta untuk di dampingi, serta besok mungkin ada sidak lagi,” kata Yos Levie Yoku.

Selain memantau ketersediaan dan harga sembako, tim juga melakukan sidak barang-barang kadaluarsa di pasar-pasar, kios-kios, swalayan dan supermarket.

“Kalau untuk bahan pokok memang dari tahun ke tahun pasti relatif meningkat ya, beberapa komoditi biasanya. Karena itu hukum ekonomi pasti berlaku dimanapun, bukan hanya di Kabupaten Jayapura saja. Jadi ketika permintaan banyak pasti harganya akan merangkak naik,” ujarnya.

“Kalau untuk sementara hingga saat ini, memang ada informasi nanti ada kenaikan harga daging, tapi kenaikannya sekitar 5 ribu sampai 10 ribu. Saya sempat pantau kemarin khusus untuk daging, karena kita dari lokal kan ketersediaannya masih sangat terbatas. Kalau daging ayam itu kita datangkan dari Kabupaten Keerom, karena kita disini memang peternak-peternak masih sangat terbatas. Bahkan kebutuhan daging ayam untuk disini didatangkan dari luar seperti yang di jual di swalayan atau supermarket,” tukas Yos Levie Yoku. (Nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here