Distrik dan Kampung akan Jadi Pusat Data dan Informasi di Kabupaten Jayapura

0
121
Bupati Matius Awoitauw, SE.Msi saat meberikan sambutan pada acara lokakarya dan FGD tentang Rencana Aksi Jayapura Satu Data yang Terintegrasi dengan Distrik sebagai pusat data.

Paraparatv.id | Sentani | Bupati Jayapura Matius Awoitauw, SE, M.Si  Menegaskan pada tahun 2021 nanti Kampung dan Distrik di Kabupaten Jayapura akan menjadi pusat pengolaan data dan informasi sebagai pusat renacana Pembangunan kedepan.

Hal itu di sampaikan Bupati Jayapura Matius Awoitauw,SE.Msi  saat membuka kegiatan Lokakarya dan FGD tentang Rencana Aksi Jayapura Satu Data yang Terintegrasi dengan Distrik sebagai pusat data.

Melihat pengelolaan birokrasi yang belum maksimal sehingga banyak kesulitan yang di alami di masyarakat apalagi wilayah terjauh, sehingga pada tahun 2021 Kabupaten Jayapura akan memfokus Distrik dan Kampung menjadi pusat pengolaan data dan informasi di tingkat bawah

“ Salah satu fokusnya menjadikan jayapura sebagai pilot project saya lihat kalau birokrasi seperti itu mungkin lebih baik kita putar saja mulai dari kampung tidak ada birokrasi dari bawah, “ ujarnya Bupati Matius Awoitauw, selasa, 15 Desember 2020.

Lanjut Awoitauw ada enam distrik yang akan di jadikan percontohan Jayapura satu data pada tahun 2021 mendatang, sehingga Bupati berharap bisa di mulai dari kampung sehingga kapasitas kemampuan tenaga IT yang harus di tambah dan dibekali

”Memang kita harus berani berkorban untuk orang bisa kerja profesional, kalau dibawah kerja profesional maka keatas data akan bagus kuncinya bisa kerja cepat membantu orang kampung aparat kampung dalam proses pelaporan semua keuangannya dan data-data base yang lain, yang penting aplikasinya sudah bisa dibangun bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BAPEDA Jayapura Jhon Wicklif Tegai mengatakan pembangunan di suatu wilayah tidak bisa terlepas dari proses perencanaan karena perencanaan sangat penting sehingga prosesnya membutuhkan data yang akurat sehingga pembangunan tersebut tepat sasaran

“Kalau kita bicara pembangunan itu tidak terlepas dari perencanaan. Karena perencanaan ini sangat membutuhkan data dan sampai saat ini data kita itu masih lemah,” tutur Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura John Wicklif Tegai kepada wartawan usai pembukaan Lokakarya dan FGD tentang Rencana Aksi Jayapura satu data yang terintegrasi dengan Distrik sebagai pusat data, Selasa 15 Desember 2020.

“Kita juga tidak bisa pungkiri, bahwa hampir di setiap OPD tekhnis maupun data-data sekunder atau umum kita seperti letak geografis, kondisi geografis dan jumlah penduduk itu dari BPS memang kita dapat, tapi BPS kan pendekatannya berbeda karena setiap 10 tahun baru lakukan sensus,” sambungnya.

Dalam waktu berjalan itu biasanya menggunakan parameter untuk memprediksi. Namun yang dibutuhkan pihaknya adalah data yang valid atau riil. “Sehingga dengan semangat yang dibangun oleh bapa Bupati dan bekerjasama dengan KOMPAK dan BAKTI ini, kita punya mimpi yang besar untuk ada satu data yang dipakai oleh semua OPD,” ujarnya.

“Nah, hal ini di integrasikan dengan Distrik sebagai pusat data dan informasi. Oleh karena itu, setiap Distrik punya data yang valid. Karena rentang kendali antara masyarakat di Kampung dengan Kabupaten, kemudian OPD tidak terlalu proaktif untuk melakukan validasi terhadap data teknisnya. Akibatnya kita berjalan ini seperti meraba-raba, seperti kata pa Bupati dalam sambutannya itu orang buta tuntun orang buta, jadi kita harus punya data yang valid,” tambah John Wicklif Tegai.(Nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here