Melakukan Hearing Publik, Anggota DPRP Komisi IV Berikan Sembako Ke Sejumlah Anak Sekolah OAP Di Yapen

0
57
Anggota DPR Papua Komisi IV Fadly Nasrullah ( kemeja putih) saat memberikan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat dan anak sekolah

Paraparatv.id | Serui | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Fadly Nasrullah melakukan kegiatan hearing publik bersama masyarakat sekaligus memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) ke sejumlah anak-anak sekolah yang sedang menuntut ilmu khususnya bagi Orang Asli Papua ( OAP ). bertempat di Kampung Banawa Distrik Yapen Selatan. Jumat, 27 November 2020.

“kami sebagai perwakilan rakyat daerah ingin mengetahui apa kendala yang di alamai oleh masyarakat, tentunya semua itu untuk membantu kebutuhan mereka terlebih bagi para pengusaha kecil, kami juga membagikan paket sembako bagi anak-anak dari kampung yang sedang bersekolah di kota”.tandas Fadly Nasrullah.

Ia katakan, untuk masyarakat kampung banawa rata-rata berlaut dan adapula berjualan di pondok-pondok pinang, untuk itu usaha mereka harus dapat di bantu untuk menunjang peningkatan usaha juga dalam ekonomi sehari-hari terlebih di masa pandemi corona saat ini, pendapatan sangat menurun.

“kami ingin masyarakat usaha kecil dapat maju, tentunya penyampaian keinginan mereka akan di sampaikan kepada pemerintah guna dapat memberikan bantuan, secara pribadi juga saya akan memberikan bantuan untuk masyarakat”.

Sementara itu Frans salah satu masyarakat di Kampung Banawa Distrik Yapen Selatan, berharap agar dengan kunjungan anggota DPR Papua, aspirasi mereka yang menginginkan adanya perhatian dari Pemerintah bisa tercapai untuk membantu usaha penjual pinang juga sebagai nelayan.

“susah sekali saat ini kita mendapatkan pemasukan, pembeli sepi, apalagi modal di ambil dari pinjaman-pinjaman untuk menopang usaha, kami harap agar adanya perhatian untuk kami sebagai masyarakat kecil dari pemerintah”.harapnya secara singkat.

Dalam kegiatan ini, sekitar 100 paket sembako di antarkan secara langsung kepada masyarakat yang mana di batasi atau tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19 tidak melakukan perkumpulan masa dengan jumlah banyak.

Kegiatan ini di hadiri oleh tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat lainnya.(Herman Betta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here