Freeport Indonesia akan Rehabilitasi 3810 Lahan Lahan Kritis Di Kawasan Cagar Alam Cycloop

0
116
Wakil Presiden Bidang Lingkungan Hidup PT. Freport Indonesia Andhi Mukhsiah saat menghadiri Sosialisasi di Sentani

Paraparatv.id | Sentani | PT. Freport Indonesia dan Masyarakat Adat akan bekerja sama untuk merehabilitasi  3810 lahan kritis di sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop yang terkena dampak kerusakan akibat banjir bandang 2019 lalu.

Wakil Presiden Bidang Lingkungan Hidup PT. Freport Indonesia, Andhi Mukhsiah mengatakan ini merupakan bentuk kerja sama Pihak Freport karena ada ijin pakai lahan di Gresberg di Timika , namun lokasi Rehabilitasi yang di cari di sekitar tambang tidak ditemukan maka pemerintah mencarikan lokasi di daerah kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura dengan total area yang akan di rehabilitasi sebanyak 3810 hektar  di 10 Distrik dan 40 kampung yang tersebar di Kabupaten maupun Kota Jayapura

“tergetnya ini penanaman itu bisa dalam satu tahun sehingga bisa selesai, tanamannya tanaman Endemik yang bisa tumbuh di sini yang disukai oleh masyarakat setempat akan melibatkan masyarakat di level kampung, ” katanya saat kegiatan Sosialisasi Rehabilitasi Lahan Kritis di Kabupaten dan Kota Jayapura, Senin, 23 November 2020.

Wakil Presiden Bidang Lingkungan Hidup PT. Freport Indonesia Andhi Mukhsiah  menambahkan kegiatan sosialisasi ini juga sebagai bentuk pemahaman kepada masyarakat agar mereka memahami latar belakang dan tujuan dari program ini

“kita juga berterimakasi kepada Pa Ondo Yanto Eluay dan BP das yang telah menfasilitasi sehigg ini dapat berjalan,” ujarnya

Lanjut Andhi Mukhsiah mengatakan dari 10 Distrik yang di maksud 5 Distrik Berada di Kota Jayapura sedang 5 Distrik berada di Kabupaten Jayapura, dimana PT Freport sendiri memiliki standar yang di tentukan oleh pemerintah untuk besaran biaya yang dibutuhkan oleh Freport dalam menunjang program ini

” kita ada standar yang di berikan pemerintah menjadi Acuan Rancangan Teknis kita, tetapi akan di sesuaikan dengan pasaran di wilayah setempat sehingga tim juga survey mencari berapa harga pasaran bibit, ” tuturnya

Dengan demikian proyek Rehabilitasi Lahan kritis yang di pusatkan di dua wilayah ini akan mulai di kerjakan pada awal 2021 mendatang, dengan mekihat daerah-daerah dengan potensi konflik lebih kecil untuk di kerjakan lebih dahulu.

Ondofolo Yanto Eluay mengapresiasi langkah yang di ambil oleh PT Freport Indonesia dengan pemulihan ekosisten di cagar alam Cykloop tersebut dengan mengembalikan lahan-lahan kristis tersebut agar bermanfaat bagi keberlangsungan ekosisten dan manusia di sekitarnya

“pola dan teknis dalam program ini yakni melibatkan masyarakat adat pemilik Ulayat dari 40 kampung yang ada,”imbuhnya.

Menurut Yanto Eluay penggunaan Pola atau proyek seperti ini lebih bermanfaat bagi masyarakat karena selama ini program-program seperti ini di berikan kepada pihak ke tiga Tampa melibatkan masyarakat adat sehingga sasarannya tidak tercapai.(Nesta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here