Tinjau TKP Rusuh Keerom, Kapolda Tegaskan Ada Pemicu Awal

0
37
Kapolda Saat tinjau salah satu puing kantor yang dibakar.

Penulis : Nees Makuba

Jayapura, Paraparatv.id | Kapolda Papua Inspektur Jenderal (Irjen Pol) Paulus Waterpauw mengaku ada persoalan awal hingga memicu kemarahan pencaker pasca pengumuman CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Keerom.

Waterpauw mengatakan kasus tersebut saat ini telah di tangani secara serius oleh penyidik Polda Papua dan Polres Keerom untuk mengungkap fakta-fakta awal terjadinya aksi protes hingga pembakaran gedung-gedung milik pemerintah daerah.

“Saksi sampai hari ini sudah di periksa 16 orang, 13 dari anggota Polri yang berada di TKP ,dan 3 lainya dari staf pemerintah daerah kami Masi mengumpulkan kesaksian dari mereka yang punya gedung dan tanggung jawab terhadap kantor-kantor di sini untuk bisa mengiventarisisr berbagai hal yang terjadi juga bukti-bukti yang sudah terbakar kepada penyidik kita, agar kita bisa merangkum semua yang terjadi yang di mulai dari aksi unjuk rasa, kemudian ada pembakaran yang mengakibatkan kerugian-kerugian materil, “terang Kapolda Papua Irjen  Pol. Paulus Waterpauw saat meninjau lokasi kebakaran Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Kantor DPMK Kabupaten Keerom, Senin, 5 Oktober 2020.

Di sisi lain Jenderal Bintang Dua mengungkapkan dari kejadian tersebut, lima orang telah di tetapkan sebagai tersangka.

“lima orang ini ada yang tertangkap tangan, ada juga yang di kembangkan dari penyelidikan, namun ada juga petunjuk-petunjuk yang tidak hanya disini itu kita akan kembangkan lagi,”ungkapnya.

Kapolda Paulus Waterpauw menegaskan, prinsip kejadian pembakaran fasilitas perkantoran di Kabupaten Keerom tersebut ada persoalan awal akan di dudukan permasalahannya, yang memicu kemarahan sejumlah pemuda yang mempertanyakan penerimaan pegawai negeri sipil, kemudian marah dan melakukan pengrusakan tapi ada juga yang mengakibatkan pembakaran

“Itu juga menarik untuk di ungkap tentu ini berlefansi apakah kejadian itu spontan, kenapa ada alat yang bisa mereka gunakan dalam mempercepat pembakaran itu sendiri itu akan di dalami oleh penyidik dalam proses penyidikan,”tegasnya.

Kapolda menuturkan Laporan Polisi dan Barang Bukti lain yang di peroleh dari TKP telah di kumpulkan dan beberapa telah di bawa ke laboratorium Forensik untuk didalami secara tehnis laboratoris terkait dengan temuan barang bukti tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan mengemban kasus ini dengan memeriksa pihak-pihak yang diduga sebagai aktor pergerakan dari aksi yang terjadi 1 Oktober lalu.

“Bukan spontan ada keinginan atau tuntutan mereka yang berkaitan dengan persoalan pokok yaitu ingin menanyakan nasib mereka berkaitan dengan penerimaan CPNS tapi akibatnya dampaknya yang terikut di situ , itulah yang menjadi pertanyaan kami apakah insidentil, spontan, atau memang sudah di persiapka,”tutur Waterpauw

Aksi rusuh pada 1 Oktober yang di lakukan oleh kelompok Masyarakat yang menolak hasil penguman CPNS Formasi 2018 yang di nilai berbanding terbaik dengan kesepakatan yakni 80 persen orang Papua dan 20 persen non OAP, hingga menimbulkan ketidakpuasan sekelompok orang hingga melakukan pembakaran beberapa gedung pemerintah Daerah di Kabupaten Keero. Yakni Dinas Tenaga Kerja dan DPMK Kabupaten Keerom.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here